Presiden Suriah Hadiri Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47509-presiden_suriah_hadiri_perayaan_maulid_nabi_muhammad_saw
Presiden Suriah menghadiri acara perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar di Damaskus, ibukota negara ini.
(last modified 2026-02-20T18:11:52+00:00 )
Nov 30, 2017 16:27 Asia/Jakarta
  • Bashar al-Assad, Presiden Suriah Shalat Berjamaah.
    Bashar al-Assad, Presiden Suriah Shalat Berjamaah.

Presiden Suriah menghadiri acara perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar di Damaskus, ibukota negara ini.

Seperti dilansir situs kepresidenan Suriah, Bashar al-Assad turut serta dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw di Damaskus pada Rabu (29/11/2017) malam.

Assad dan Mufti Agung Suriah serta sejumlah menteri dan pejabat negara juga menunaikan shalat Isya' berjamaah yang diimami oleh Sheikh Adnan al-Afyouni, Mufti Damaskus.

Maulid Nabi Muhammad Saw.

Mohammad Abdul-Sattar al-Sayyed, Menteri Wakaf Suriah dalam acara tersebut mengatakan, Nabi Muhammad Saw adalah sumber kebaikan, cahaya dan rahmat bagi seluruh dunia.

Ia menambahkan, Rasulullah Saw mengeluarkan keputusan pengampunan ketika beliau menaklukkan Mekkah, lalu bagaimana mungkin agama yang dibawa beliau dituduh melakukan ekstremime, kekerasan dan terorisme?

Mohammad Abdul-Sattar al-Sayyed, Menteri Wakaf Suriah.

Abdul-Sattar al-Sayyed lebih lanjut menyinggung reformasi politik yang telah dilakukan di Suriah. Ia mengatakan, rakyat Suriah mendukung militer negara ini dan dukungan tersebut telah menyebabkan kemenangan serta Presiden juga mampu mengantarkan rakyat ke sisi yang aman.

"Setiap tetes darah syuhada dan yang terluka dari al-Bukamal (Abu Kamal) hingga Aleppo telah menciptakan sebuah keajaiban dan menyebabkan konspirasi teroris gagal, sebab, kemuliaan dan martabat adalah dari orang-orang yang berdiri di samping kebenaran dan membelanya," pungkasnya.

Krisis Suriah meletus sejak tahun 2011 menyusul serangan luas berbagai kelompok teroris takfiri yang didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengubah perimbangan di kawasan yang menguntungkan rezim Zionis Israel. (RA)