PM Irak Minta Kurdistan Hormati Demonstrasi Damai
-
PM Irak, Haider al-Abadi
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi meminta para pejabat Kurdistan untuk menghormati demonstrasi damai di wilayah mereka dan menyatakan, sebab tidak terbayarnya gaji para karyawan di wilayah Kurdistan adalah korupsi.
Alalam melaporkan, al-Abadi pada Selasa (19/12/2017) dalam sidang mingguan kabinetnya membahas demonstrasi dan protes di wilayah Kurdistan Irak seraya memperingatkan bahwa jika demonstran diserang, maka pemerintah pusat tidak akan tinggal diam dan akan segera terjun.
Berbagai kota di wilayah Kurdistan Irak dalam dua hari terakhir menyaksikan aksi demonstrasi luas warga yang memprotes manajemen buruk, korupsi, buruknya layanan publik dan juga tidak terbayarnya gaji para pegawai selama berbulan-bulan. Para demonstran membakar kantor walikota Koy, kantor listrik dan gedung pengadilan wilayah Kurdistan di provinsi Sulaimaniyah.
Nechirvan Barzani, ketua administrasi Kudistan Irak, dalam sebuah pesan kepada para demonstran, meminta mereka berdemonstrasi secara damai dan tetap menjaga persatuan.
Sementara itu, Presiden Irak, Fuad Masoum dalam pertemuan dengan Duta Besar Jerman untuk Baghdad, menyinggung upayanya untuk memperluas proses dialog antara Baghdad dan Arbil, seraya mengatakan, Baghdad dan Arbil sangat menekankan dialog.(MZ)