Unit Sniper Yaman Tembak Mati 38 Pasukan Bayaran Saudi
-
Sniper Yaman.
Serangan balasan Yaman atas kejahatan dan kebrutalan militer Arab Saudi dan koalisinya telah menewaskan hampir empat puluh tentara bayaran rezim Al Saud.
Menurut Alalam, Rabu (27/12/2017), 38 pasukan bayaran Arab Saudi tewas dalam operasi unit sniper Yaman di medan-medan tempur Sirwah, Midi di utara negara ini selama beberapa hari lalu.
Sebuah kendaraan militer Arab Saudi juga hancur terkena roket terpandu pasukan Yaman di daerah al-Mushajjah di Sirwah dan semua penumpangnya tewas.
Sebelumnya, sumber militer Yaman mengabarkan tewas dan terlukanya 25 pasukan bayaran Arab Saudi termasuk tiga komandan mereka di Nihm, timur Provinsi Sanaa, ibukota Yaman.
Di sisi lain, serangan udara terbaru Arab Saudi ke sebuah pasar di distrik at-Ta'ziyah di Provinsi Taiz, barat daya Yaman telah merenggut nyawa dan melukai lebih dari 50 orang.
Serangan udara militer Arab Saudi ke Provinsi al-Hudaydah, barat Yaman juga merenggut nyawa 14 anggota sebuah keluarga termasuk beberapa perempuan dan anak-anak.
Asosiasi Ulama Yaman mengumumkan bahwa kelanjutan kejahatan mengerikan, pembunuhan sadis, penghancuran dan blokade terhadap Yaman di bawah kebungkaman negara-negara dunia mengharuskan setiap orang untuk berperan dalam jihad melawan musuh agama dan kemanusian.
Pusat Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan bahwa agresi militer Arab Saudi ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa 13.603 warga sipil dan melukai 22.289 lainnya. Laporan tersebut diumumkan menandai hari ke-1000 dari serangan militer Arab Saudi ke Yaman. Dari keseluruhan jumlah korban tewas itu, 2.887 adalah anak-anak, 2.027 orang adalah wanita dan 8.689 lainnya adalah laki-laki.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak 26 Maret 2015 dan telah menghancurkan infrastruktur vital negara ini. Sementara blokade darat, laut dan udara oleh pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini.
Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman juga mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. (RA)