Rekor Baru Kejahatan Arab Saudi di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48915-rekor_baru_kejahatan_arab_saudi_di_yaman
Koordinator kemanusiaan PBB di Yaman mengecam pembunuhan warga sipil yang terus berlanjut oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Des 30, 2017 10:45 Asia/Jakarta

Koordinator kemanusiaan PBB di Yaman mengecam pembunuhan warga sipil yang terus berlanjut oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick mengatakan, serangan udara koalisi Saudi telah membunuh sejumlah besar warga sipil Yaman selama 10 hari terakhir.

"Koalisi Saudi yang bertempur di Yaman telah membunuh 109 warga sipil dalam serangan udara selama 10 hari terakhir, termasuk 54 orang di sebuah pasar yang ramai dan 14 anggota satu keluarga di sebuah peternakan," ujarnya.

Saudi dengan restu Amerika Serikat, melancarkan agresi militer ke Yaman pada Maret 2015, dan memblokade negara itu dari darat, udara dan laut. Berbekal skenario yang disusun oleh Gedung Putih dan sikap diam penuh makna masyarakat internasional, rezim Al Saud berusaha untuk menjustifikasi kejahatannya di Yaman.

Para pejabat Riyadh mengklaim bahwa Arab Saudi hanya menargetkan unit militer Yaman. Klaim ini jelas bertujuan untuk menyesatkan opini publik dari kejahatan luar biasa mereka di negara tersebut.

Padahal, semua kejahatan yang dilakukan Saudi terhadap rakyat Yaman telah didokumentasikan oleh banyak pihak dan PBB juga mengakui bahwa koalisi Saudi telah membunuh banyak warga sipil dalam beberapa hari terakhir.

Meski Saudi terlibat kejahatan luar biasa di Yaman, namun kejahatan ini kurang mendapat sorotan media, dan liputan yang buruk tentu saja tidak bisa menggambarkan situasi kritis Yaman yang berada di bawah blokade.

Jean-Philippe Remy, jurnalis senior surat kabar Le Monde menuturkan, Yaman secara umum tidak menjadi pusat keprihatinan kekuatan-kekuatan besar. Tapi ada fakta lain yang sangat mengkhawatirkan yaitu larangan bagi wartawan untuk masuk ke Yaman. Sebenarnya, semuanya akan dilakukan untuk mencegah pandangan beralih ke Yaman dan mempublikasikan apa yang terjadi di negara itu.

Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi, membombardir sebagian besar daerah Yaman untuk mengembalikan kaki tangannya, Abd-Rabbu Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan, namun sejauh ini, satu-satunya pencapaian agresi ini adalah terbunuhnya warga sipil dalam jumlah besar.

Petualangan Saudi ini bukan hanya sebuah operasi untuk menciptakan ketidakstabilan di Yaman, tapi juga mencerminkan upaya rezim Al Saud untuk merusak tatanan regional. Riyadh telah memprovokasi ketegangan dan instabilitas di Timur Tengah dengan menabuh genderang perang dan serangan militer ke Yaman.

Serangan ini telah memperkuat gerakan terorisme di kawasan dan merusak reputasi Saudi sendiri di tengah warga dunia. Parahnya lagi, Riyadh mengabaikan setiap proposal politik untuk mengakhiri krisis di Yaman.

Dengan melihat kondisi internal Saudi dan prospek perang di Yaman, Riyadh sepertinya tidak punya cara untuk keluar dari Yaman secara terhormat dan semakin terperosok jauh ke dalam lubang yang mereka gali sendiri.

Arab Saudi telah membentur jalan buntu di Yaman, dan mereka mengeluarkan miliaran dolar setiap tahun untuk memborong senjata, bukan untuk keamanan dalam negeri, tapi untuk mengubah Yaman, Irak dan Suriah menjadi ladang uji coba senjata AS dan memajukan kepentingan Washington di kawasan.

Persoalan ini mengindikasikan kerjasama Arab Saudi dan AS dalam pembantaian orang-orang Yaman. (RM)