Giliran Yordania Dikucilkan Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48985-giliran_yordania_dikucilkan_arab_saudi
Arab Saudi saat ini sering marah-marah, baik pada dirinya maupun pihak lain. Sama seperti melemparkan Qatar ke pinggiran, di saat lain giliran Mesir yang dipersulit Riyadh dan kemudian berbaikan kembali, kini Yordania pun mendapat giliran kemarahan Arab Saudi.
(last modified 2026-03-08T17:13:05+00:00 )
Des 31, 2017 18:40 Asia/Jakarta

Arab Saudi saat ini sering marah-marah, baik pada dirinya maupun pihak lain. Sama seperti melemparkan Qatar ke pinggiran, di saat lain giliran Mesir yang dipersulit Riyadh dan kemudian berbaikan kembali, kini Yordania pun mendapat giliran kemarahan Arab Saudi.

Laman Middle East membongkar friksi ini. Koran tersebut menulis, "Arab Saudi dan Mesir yang mendapat instruksi Amerika, meminta Raja Yordania dan ketua Otorita Ramallah mencegah KTT OKI di Istanbul yang digelar sekitar 20 hari lalu, namun mereka gagal. Sejatinya alasan perilaku keras ini adalah presiden Mesir saat bertemu dengan Mahmoud Abbas di Kairo meminta kepala Otorita Ramallah ini untuk tidak menghadiri pertemuan Istanbul demi mencitrakan bahwa KTT tersebut tidak penting. Abbas ternyata menolak permintaan El Sisi. Hal ini juga berlaku pada raja Yordania. Instruksi terhadap raja Yordania langsung dari Raja Arab Saudi, tapi ternyata raja Yordania membelot."

Bendera Arab Saudi

Pertanyaannya di sini adalah apa alasannya Yordania menjadi sasaran kemarahan Arab Saudi? Setelah pengumuman al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel oleh Amerika Serikat, banyak sekutu Barat Amerika menunjukkan reaksi negatif. Namun di antara negara-negara Islam dan Arab, penentangan paling samar datangnya dari Arab Saudi yang mengaku sebagai Ummul Qura dunia Islam dan pengklaim terbesar sebagai tuan negara-negara Arab.

Arab Saudi bukan saja tidak menunjukkan reaksi kuat terkait al-Quds, bahkan berani berbicara mengenai kemungkinan menerima perdamaian. Saudi juga mewajibkan sekutu Arabnya untuk menerima syarat rezim penjajah al-Quds. Yordania yang di banyak kasus cenderung mengekor pada Arab Saudi, kali ini menunjukkan reaksi berbeda dengan Riyadh terkait pengumuman Amerika soal al-Quds.

Raja Yordania sebagai ketua periodik Liga Arab berusaha membentuk koalisi dan konvergensi regional untuk menentang langkah Amerika. Yordania bertetangga dengan Palestina pendudukan (Israel) dan poin terpenting adalah Amman bertanggung jawab sebagai wali tempat-tempat suci di Baitul Maqdis.

Al Quds

Dengan demikian di isu Palestina, Yordania memainkan peran utama. Pengumuman al-Quds sebagai ibukota Israel sama halnya dengan perampasan peran Yordania sebagai wali (penanggung jawab) tempat suci Palestina serta melemahkan rencana pembentukan dua neagra sebagai salah satu prakarsa Arab untuk menyelesaikan krisis palestina. Sementara penentangan Yordania atas keputusan Trump, membuat Arab Saudi tidak enak. Di sisi lain, tidak adanya reaksi serius dari Arab Saudi terkait al-Quds membuat Yordania kian khawatir akan lemahnya peran dan posisi regionalnya terkait isu Palestina.

Di sisi lain, Yordania senantiasa tergantung pada bantuan finansial Arab Saudi dan negaraini sangat bergantung pada paket bantuan asing akibat kendala ekonomi yang semakin serius yang dialami negara ini.

Kini harus dilihat apakah negara ini bersedia melakukan transaksi terkait isu Palestina dengan imbalan menjaga atau meningkatkan investasi finansial? Sebuah sikap yang dipilih Arab Saudi terkait Amerika dan mereka juga berusaha memaksa Otorita Ramallah mengiringi mereka di kasus ini. (MF)