Abadi Tolak Mediasi Turki dalam Krisis Baghdad-Erbil
-
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi
Sumber di parlemen Irak menyatakan, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menolak permintaan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, terkait penyelesaian krisis antara pemerintah pusat Baghdad dan wilayah semi-otonomi Kurdistan.
Situs berita Nahrain melaporkan, sumber di parlemen itu mengatakan, Nechirvan Barzani, kepala administrasi wilayah Kurdistan Irak, dalam kunjungan terbarunya ke Turki, mengharapkan mediasi Erdogan dalam menyelesaikan krisis perbatasan dengan pemerintah pusat Baghdad. Erdogan juga telah menawarkan diri menjadi mediator dalam hal ini.
Akan tetapi al-Abadi menolak tawaran tersebut dan menekankan pentingnya kontrol pemerintah pusat Baghdad terhadap seluruh jalur perbatasan.
Hubungan pemerintah pusat Baghdad dengan Erbil meradang pasca referendum pemisahan Kurdistan pada 25 September lalu. Baghdad menilai referendum tersebut sebagai pelanggaran terhadap undang-undang dasar dan integritas kedaulatan Irak.
Selain Baghdad, pemerintah negara-negara-negara tetangga Irak dan juga banyak lembaga regional dan internasional termasuk Liga Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak referendum tersebut.(MZ)