Ansarullah: Pendekatan PBB, Penyebab Kegagalan Perdamaian di Yaman
-
Mohammed al-Bukhaiti, Anggota Dewan Politik Ansarullah
Anggota Dewan Politik Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah mengatakan, selama PBB tidak mengubah kebijakannya dalam menyikapi krisis Yaman, maka upaya untuk menciptakan perdamaian di negara ini akan sia-sia.
Mohammed al-Bukhaiti mengatakan hal itu ketika menyinggung kunjungan Deputi Wakil PBB untuk Urusan Yaman ke Sanaa guna melakukan persiapan babak baru perundingan damai di antara pihak-pihak yang bertikai di Yaman.
"PBB harus mengajak pihak-pihak yang bertikai untuk dialog guna mencapai penghentian perang," ujarnya seperti dilansir IRNA mengutip Sputnik, Sabtu (6/1/2018).
Ia menambahkan, PBB harus aktif melalui pihak-pihak politik internal Yaman jika ingin mengisi kekosongan lembaga eksekutif dan membentuk pemerintahan transisi baru yang diterima oleh semua pihak. Jika tidak demikian, lanjutnya, peran PBB akan negatif.
Al-Bukhaiti menjelaskan, Arab Saudi adalah pihak yang bertanggung jawab atas konsekuensi dari kerugian perang bagi pemerintah Yaman, di mana Riyadh secara sengaja menjadikan rakyat Yaman sebagai target serangan artileri, rudal dan bom-bomnya.
Ia menegaskan, meningkatnya serangan Arab Saudi ke Yaman menunjukkan ketidakmampuan rezim Al Saud untuk menghadapi perlawanan militer dan komite-komite rakyat Yaman.
Anggota Dewan Politik Ansarullah menegaskan, operasi militer dan komite rakyat Yaman di berbagai medan perang adalah hak untuk membela diri.
"Yaman hanya menarget posisi militer rezim Al Saud. Klaim para pejabat Riyadh tentang penargetan terhadap warga sipil Arab Sudi adalah sebuah kebohongan," pungkasnya.

Pusat Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan bahwa agresi militer Arab Saudi ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa 13.603 warga sipil dan melukai 22.289 lainnya. Laporan tersebut diumumkan menandai hari ke-1000 dari serangan militer Arab Saudi ke Yaman. Dari keseluruhan jumlah korban tewas itu, 2.887 adalah anak-anak, 2.027 orang adalah wanita dan 8.689 lainnya adalah laki-laki.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari AS dimulai sejak 26 Maret 2015 dan telah menghancurkan infrastruktur vital negara ini.
Blokade pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini.
Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman juga mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. (RA)