Ketika Posisi Palestina Terus Meningkat di Mata Dunia
-
Palestina
Palestina kini bergabung dengan tim penjamin nuklir internasional. Salah Abdul Shafi, wakil Palestina di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa bergabungnya Palestina dengan piagam ini menjelaskan tanggung jawab internasional bagi Palestina dan bagaimana negara ini memainkan peran dalam memperkuat keamanan dan perdamaian internasional.
Kelompok penjamin nuklir pertama kali dibentuk pada 1978 setelah untuk pertama kalinya India melakukan uji coba nuklir. Kelompok ini terdiri dari 48 negara dari lima benua yang kewajibannya adalah mengawasi akses terhadap teknologi khusus nuklir dengan pendekatan militer dalam kerangka larangan perluasan senjata nuklir.
Palestina berhasil mencapai prestasi ini ketika Amerika dan resim zionis Israel di balik keputusan Donald Trump, Presiden Amerika yang mengakui Quds sebagai ibukota zionis Israel berusaha lebih keras untuk menghapus masalah Palestina. Kebijakan anti Palestina yang dijalankan Trump tidak menyisakan keraguan lagi bahwa ia tengah berusaha menghapus Palestina dari peta politik dunia.
Dukungan presiden Amerika atas kebijakan ekpansionisme rezim zionis Israel bertujuan mengubah demografi dan populasi daerah-daerah Palestina demi kepentingan zionis Israel serta mempersiapkan kondisi untuk memaksakan konspirasi kolonialisme baru berdasarkan penghapusan nama Palestina dari peta politik Timur Tengah dan dunia. Dalam kerangka ini, Amerika dan zionis Israel termasuk yang menolak bergabungnya Palestina dengan lembaga-lembaga internasional dan meyakini bahwa proses ini justru mengakui negara Palestina.
Proses bergabungnya Palestina dengan lembaga-lembaga internasional yang semakin berkembang di bulan-bulan terakhir menunjukkan perhatian dunia akan masalah Palestina. Kondisi ini sangat membantu bergabungnya Palestina secara sempurna di PBB. Poin yang perlu mendapat penekanan di sini terkait bergabungnya Palestina dengan tim penjamin nuklir internasional adalah kesempatan ini memberikan kemungkinan bagi Palestina untuk memberikan informasi kepada masyarakat internasional akan bahayanya langkah-langkah nuklir yang ditempuh rezim zionis Israel. Warga Palestina dapat memberikan referensi kepada masyarakat internasional agar mereka lebih sensitif akan bahaya nuklir rezim zionis Israel dan dapat menciptakan sarana bagi masyarakat internasional agar dapat menindak masalah nuklir dan militer Israel.
Capaian ini sangat berarti bagi Palestina, karena secara hukum pada 29 November 2014, Palestina secara resmi baru menjadi negara pengamat non anggota di PBB dan pada tahun itu juga kantor Protokol PBB mewajibkan untuk menggunakan nama pemerrintah Palestina dalam semua dokumen resminya. Tentu saja perubahan kondisi ini bagi Palestina sangat bermanfaat untuk menindaklanjuti pelbagai masalah di PBB. Dengan demikian, dunia menyaksikan pertumbuhan luar biasa dukungan kepada Palestina di tingkat internasional.
Proses dukungan ini terus berlanjut, sampai sekarang lebih dari 140 negara anggota PBB yang mengakui negara Palestina. Padahal ada banyak usaha untuk memarjinalkan masalah Palestina, tapi masyarakat internasional justru semakin mendukung Palestina dan menilai rakyat Palestina berhak membentuk negaranya sendiri.
Sekaitan dengan hal ini, situs koran al-Quds al-Arabi cetakan London beberapa waktu lalu mencetak karikatur yang menegaskan bergabungnya Palestina dengan masyarakat internasional merupakan pukulan berat bagi zionis Israel dan pendukungnya. Dalam karikatur ini seorang Palestina tengah mengenakan sarung tinju yang memukul dengan keras ke arah wajah Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, sehingga giginya terlepas dan keluar dari mulutnya.
Proses maju keberhasilan Palestina di dunia internasional menunjukkan semakin pentingnya posisi Palestina di kancah internasional pada 2018. Sementara Israel dan Amerika dengan tatapan tidak percaya harus menyaksikan semakin bertumpuknya kegagalan mereka dalam menghadapi diplomasi proaktif Palestina.