Rebutan Wilayah Yaman, Loyalis Saudi dan UEA Berseteru
-
Pasukan Saudi di Yaman
Wakil menteri pariwisata pemerintahan boneka dukungan Saudi di Aden, Yaman menyatakan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) merampas sebagian wilayah yang mereka kuasai di Yaman.
Televisi Aljazeera memberitakan, pejabat kabinet pimpinan mantan presiden pelarian Yaman, Abd Rabbuh Mansur ini mengklaim Uni Emirat Arab membagi Yaman dengan membentuk angkatan bersenjata dan pasukan suku di selatan negara ini.
Medhat menyebut dewan transisi selatan Yaman yang berafiliasi dengan Uni Emirat Arab sebagai faktor meluasnya aksi teror di wilayah tersebut.
"Dewan transisi selatan yang dipimpin oleh Aidarus al-Zoubaidi hanya menjalankan kepentingan UEA dengan menghalangi aktivitas bandara, layanan jasa dan infrastruktur di wilayah selatan Yaman," ujarnya.
Dewan transisi selatan Yaman yang berdiri pada Mei 2017, dibentuk dengan dukungan Uni Emirat Arab bertujuan untuk memisahkan wilayah selatan dari utara Yaman dan mendirikan negara sendiri.
Sebelumnya, pemerintahan boneka Saudi di Yaman yang dipimpin Abd Rabbuh Mansur Hadi dalam statemennya menyebut dewan transisi selatan Yaman ilegal, dan pembentukannya merusak kepentingan Arab Saudi di kawasan.(PH)