AS Kacaukan Irak Jelang Pemilu Parlemen
-
Kedubes Amerika di Baghdad
Juru Bicara gerakan Al Nujaba, Irak menuding kedutaan besar Amerika Serikat di Baghdad tengah berusaha merusak situasi kondusif di Irak menjelang digelarnya pemilu parlemen negara itu, 12 Mei 2018 lewat tangan beberapa politisi dan media.
Mehr News, Rabu (2/5/2018) mengutip stasiun televisi Al Sumaria melaporkan, Jubir Al Nujaba Irak, Abu Warith Al Musawi mengatakan, oknum-oknum ini cukup terkenal di tengah masyarakat Irak dan direkrut oleh kedubes Amerika di Baghdad. Tujuannya untuk menggulingkan struktur pemerintahan dan politik serta mengacaukan situasi Irak menjelang pemilu parlemen.
Al Musawi menegaskan, manuver Amerika ini bukan hal baru bagi rakyat Irak, namun Washington tidak pernah berhasil.
Sementara itu, situs berita Irak, Al Masalah menulis, sebuah jajak pendapat yang dilakukan di Irak menunjukkan, 60 persen rakyat negara itu menyambut pencalonan kembali Haider Al Abadi menjadi perdana menteri Irak dalam pemilu.
Berdasarkan hasil jajak pendapat tersebut, kubu pendukung Haider Al Abadi khususnya di Provinsi Ninawa, Salahuddin dan Al Anbar, dianggap cukup signifikan.
Pemilu parlemen Irak rencananya akan digelar pada 12 Mei 2018. Dalam pemilu kali ini diprediksi 27 koalisi yang terdiri dari 143 partai bersama beberapa partai dan calon independen akan saling bersaing meraih kursi di parlemen Irak. (HS)