Haniyeh: Gaza, Simbol Perlawanan Rakyat Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i56304-haniyeh_gaza_simbol_perlawanan_rakyat_palestina
Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh mengatakan Jalur Gaza hari ini simbol syahadah dan perlawanan rakyat Palestina.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
May 06, 2018 19:58 Asia/Jakarta
  • Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh
    Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh

Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh mengatakan Jalur Gaza hari ini simbol syahadah dan perlawanan rakyat Palestina.

Haniyeh mengatakan hal itu ketika menyinggung kesabaran dan perlawanan bertahun-tahun penduduk Gaza terhadap blokade keji rezim Zionis Israel.

 

"Muqawama (perlawanan) Palestina telah memasuki peperangan luas di berbagai front keamanan, rakyat dan politik melawan musuh, Zionis," kata Haniyeh dalam acara prosesi pemakaman enam syuhada anggota Brigade Izzuddin al-Qassam di Gaza pada hari Minggu (6/5/2018), seperti dikutip Tasnim News.

 

Sebelumnya, Hamas dalam pernyataannya, mengumumkan bahwa rezim Zionis bertanggung jawab atas ledakan di pusat Gaza yang merenggut nyawa enam anggota Brigade al-Qassam dan melukai tiga lainnya pada hari Sabtu.

 

Ketua Biro Politik Hamas mengatakan, para syuhada ini dalam sebuah operasi rumit intelijen-keamanan telah berhasil menjaga Muqawama dan keamanan, serta menggagalkan ratusan operasi rezim Zionis.

 

Haniyeh menegaskan, pertempuran melawan rezim Zionis telah melewati berbagai tahap dan hal ini menyebabkan meningkatnya kekuatan iman dan percaya diri pasukan Muqawama.

 

Di bagian lain pernyataannya, Haniyeh menyinggung Pawai Akbar Hak untuk Pulang Palestina yang digelar di perbatasan Jalur Gaza.

 

"Kami mendukung Pawai Damai Hak untuk Kembali dan akan melanjutkan perang keamanan, intelijen dan militer melawan musuh. Kami menyiapkan diri untuk perang kemenangan, pengembalian pengungsi dan pematahan blokade Gaza," tegasnya.

 

Sejak tahun 2006, Gaza diblokade rezim Zionis dari darat, luat dan udara sehingga menimbulkan berbagai kesulitan bagi penduduk di kawasan ini.

 

Pawai Damai Hak untuk Pulang Palestina yang menandai Hari Bumi dimulai pada tanggal 30 Maret 2018. Dalam pawai yang digelar di timur perbatasan Gaza ini hingga sekarang, sedikitnya 50 peserta pawai gugur syahid tertembus peluru pasukan keamanan rezim Zionis Israel dan lebih dari 7.000 lainnya terluka.

 

Dalam pawai tesebut, rakyat Palestina menuntut hak kembalinya para pengungsi ke tanah kelahiran mereka.

 
Sejak tahun 1976 hingga sekarang, rakyat Palestina menamai 30 Maret sebagai Hari Bumi Palestina dan hari itu diperingati setiap tahun.

 

Pada bulan Maret 1976, rezim Zionis menyita ribuan hektar tanah warga Palestina dan tindakan ini memicu kemarahan penduduk di seluruh Palestina. (RA)