Ketakutan Israel akan Dampak Pemindahan Kedubes AS ke Quds
-
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Zionis Israel
Menyusul protes global terkait pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Quds, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Zionis Israel mengatakan, seluruh sidang kabinet akan diselenggarakan di Pusat Manajemen Krisis di bungker bawah tanah di kota ini.
Menurut laporan televisi kanal 10 rezim Zionis, setelah Yahya Sinwar, pemimpin Hamas hari Rabu malam lalu (14/5) menyatakan pertahanan militer terhadap tentara penjajah merupakan hak bangsa Palestina bila blokade Gaza terus berlanjut, sidang-sidang kabinet rezim ini dilakukan di Pusat Manajemen Krisis yang memiliki bungker kokoh bawah tanah di kota Quds.
Sebelumnya, Evigdor Lieberman, Menteri Peperangan Zionis Israel yang dikenal sebagai zionis radikal menyebut kondisi keamanan rezim ini rumit dan berbahaya dan mengkhawatirkan dampak pemindahan Kedubes AS ke Quds.
Bersamaan dengan pelaksanaan perintah Donald Trump, Presiden Amerika untuk memindahkan kedutaan negara dari Tel Aviv ke Quds, warga Palestina hari Senin (14/5) melakukan pawai akbar "Hak Kepulangan", bersamaan dengan peringatan Hari Nakba. Dalam aksi demo ini lebih dari 60 warga Palestina gugur syahid akibat tembakah tentara Zionis dan lebih dari 3.000 lainnya cedera.