Yaman: Inggris-Perancis, Penyebab Kebungkaman Uni Eropa
-
Serangan udara Arab Saudi ke Yaman.
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi menyebut Inggris dan Perancis sebagai penyebab kebungkaman Uni Eropa dan tidak adanya kecaman dari organisasi ini terhadap berbagai kejahatan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Seperti dilansir al-Mayadeen, Selasa (26/6/2018), Ali al-Houthi dalam cuitannya di Twitter menyinggung posisi Eropa tentang blokade dan pembunuhan rakyat Yaman oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Dia mengungkapkan penyesalan atas sikap Eropa yang tidak mengecam pembunuhan yang dilakukan pasukan agresor terhadap rakyat Yaman.
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menyebut pernyataan Uni Eropa sebagai positif, namun dia menilai pernyataan itu tidak cukup untuk mendukung rakyat Yaman.
Ali al-Houthi menegaskan tuntutan lama Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah untuk membentuk komite pencari fakta guna menyelidiki kejahatan pasukan koalisi.
Serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke kawasan penduduk di kota Amran pada hari Senin menyebabkan 24 orang tewas dan terluka, di mana delapan dari korban tewas adalah anggota sebuah keluarga yang mayoritasnya perempuan dan anak-anak.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.
Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman yang setiap harinya diperkirakan menghabiskan dana sebesar 200 juta dolar itu hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA)