Parlemen Spanyol Tolak Usulan Penghentian Penjualan Senjata ke Saudi
-
Putera Mahkota Arab saudi dan pejabat tinggi Spanyol
Parlemen Spanyol menolak prakarsa penghentian penjualan senjata produksi negara ini ke Arab Saudi.
Penentangan tersebut dilakukan parlemen Spanyol di saat rakyat negara ini dan publik internasional melancarkan aksi kecaman keras terhadap rezim Al Saud atas kasus pembunuhan Khashoggi.
Pemeritahan sosialis Spanyol hari Sabtu mengatakan bahwa kematian Khashoggi mengerikan, tapi pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan kubu oposisi utama untuk menghalangi prakarsa penghentian penjualan senjata ke Arab Saudi.
September lalu, pemerintah Spanyol menyatakan akan menghentikan penjualan 400 unit bom laser ke Arab Saudi, tapi beberapa hari kemudian dianulir kembali.
Pemerintah Spanyol berupaya mempertahankan kontrak militer bernilai besar dengan Arab Saudi.
Amnesti Internasional memprotes upaya Arab Saudi yang berlepas tangan dari kasus pembunuhan wartawan pengkritik pemerintah Riyadh, Jamal Khashoggi.
Amnesti Internasional mengumumkan, penyelidikan independen menjadi satu-satunya yang bisa membuat Riyadh berhenti lari dari jeratan kasus pembunuhan Khashoggi, karena hasil penyelidikan yang dilakukan negara itu tidak valid.
Jurnalis oposan rezim Al Saud, Jamal Khashoggi dinyatakan hilang setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober 2018.
Arab Saudi akhirnya secara resmi mengakui bahwa Jamal Khashoggi, wartawan dan kritikus Al Saud, tewas di gedung konsulat negara itu di Istanbul, Turki.(PH)