Transformasi Terbaru di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i64603-transformasi_terbaru_di_yaman
Berikut ini adalah perkembangan terbaru di Yaman menyusul berlanjutnya serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke negara itu.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 24, 2018 19:38 Asia/Jakarta
  • Yaman.
    Yaman.

Berikut ini adalah perkembangan terbaru di Yaman menyusul berlanjutnya serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke negara itu.

Di antara peristiwa yang terjadi adalah Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah melancarkan serangan balasan ke posisi pasukan koalisi pimpinan Arab Suadi di al-Jabaliyah dan kawasan 16 km.

 

Drone pasukan Ansarullah juga melancarkan serangan terhadap posisi pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di distrik Nihm. Pasukan Yaman juga berhasil menembak jatuh pesawat tanpa awak milik pasukan koalisi agresor di al-Jabaliyah.

 

Sementara itu, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths tiba di Sanaa, ibu kota Yaman pada hari Rabu, 21 November 2018 dan berdialog dengan Pemimpin Ansarullah Abdul-Malik Badreddin al-Houthi dan pejabat Ansarullah lainnya seperti Mohammad al-Houthi dan Mahdi al-Mashat.

 

Martin juga mengunjungi kota al-Hudaydah untuk melihat dari dekat dampak serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke kota tersebut.

 

Dia berharap akan terlaksananya perudingan mendatang di antara pihak-pihak yang berseteru di Yaman, di mana dialog tersebut akan digelar di Swedia.

 

Menurutnya, pertemuannya dengan para pemimpin Ansarullah di Sanaa membicarakan tentang cara pengawasan PBB atas penciptaan perdamaoan dan stabilitas di al-Hudaydah.

 

Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman sejak Maret 2015 ini telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 orang dan melukai puluhan ribu lainnya.

 

Serangan militer ke Yaman dengan dukungan Amerika Serikat itu juga telah meluluhlantakkan infrastruktur negara Arab tersebut. Blokade laut, darat dan udara membuat jutaan orang, terutama anak-anak kelaparan.

 

Para ahli PBB dari Program Pangan Dunia mengatakan bahwa pengeboman pasukan koalisi terhadap warga sipil adalah potensi kejahatan perang dan bahwa blokade telah membuat 12 juta pria, wanita dan anak-anak Yaman berisiko kelaparan yang merupakan kelaparan terburuk dalam 100 tahun terakhir.

 

Astrid Stackelberg, salah satu pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Selasa, 20 November 2018 menyebut kondisi Yaman sangat tragis dan mengatakan, 22 juta warga Yaman tidak memiliki akses makanan.

Stackelberg juga mengisyaratkan penyebaran wabah kolera di Yaman dan mengungkapkan, waba mengancam nyawa jutaan warga Yaman. Dia menjelaskan, Yaman menjadi pusat penyebaran waba terbesar di abad 21.  Seiring dengan berlanjutnya serangan Arab Saudi ke Yaman dan rusaknya infrastruktur negara ini khususnya jaringan air bersih, waba kolera cepat menyebar di negara ini. (RA)