Kesepakatan Abad Usulan AS Menargetkan Dunia Arab dan Islam
-
Israel terus memperluas daerah jajahannya di tanah Palestina dari waktu ke waktu.
Anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Khalil Al Haya mengatakan Kesepakatan Abad tidak hanya menargetkan Palestina, tetapi juga semua negara Muslim dan Arab.
"Jalur Gaza bukan santapan yang lezat bagi rezim Zionis atau sekutunya," tegasnya seperti dikutip Pusat Informasi Palestina, Rabu (23/1/2019).
Al Haya menambahkan Palestina tidak akan membiarkan penjajah Israel menjadikan darah warga Palestina sebagai modal untuk memenangkan pertarungan pemilu mereka.
Menurutnya, AS dan Israel telah mempercepat proses normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan rezim Zionis setelah menyaksikan resistensi rakyat Palestina terhadap Kesepakatan Abad.
Presiden AS Donald Trump pada 2018 mengumumkan sebuah proposal yang disebut Kesepakatan Abad untuk mempermudah Israel mencapai tujuannya di tanah pendudukan.
Kesepakatan Abad akan menyerahkan seluruh wilayah Quds dan pemukiman Zionis di Tepi Barat kepada Israel, menolak kepulangan pengungsi Palestina ke tanah airnya, dan menetapkan desa Abu Dis (sebuah desa kecil yang berbatasan dengan Quds) sebagai ibukota negara Palestina.
Proposal Kesepakatan Abad telah meningkatkan ketegangan dan bentrokan di tanah pendudukan.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 225 warga Palestina gugur dan sedikitnya 26.000 lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel selama pawai kepulangan pengungsi di perbatasan Gaza.
Aksi damai ini dimulai sejak 30 Maret 2018 dan diselenggarakan setiap hari Jumat. (RM)