Hizbullah Lebanon Memiliki Cukup Rudal untuk Perang di Masa Depan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i67004-hizbullah_lebanon_memiliki_cukup_rudal_untuk_perang_di_masa_depan
Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah mencemooh klaim Israel bahwa mereka telah menemukan terowongan rahasia yang digunakan oleh kelompok itu di perbatasan antara Lebanon dan wilayah Palestina pendudukan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 27, 2019 09:23 Asia/Jakarta
  • Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah.
    Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah.

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah mencemooh klaim Israel bahwa mereka telah menemukan terowongan rahasia yang digunakan oleh kelompok itu di perbatasan antara Lebanon dan wilayah Palestina pendudukan.

"Rezim Zionis sangat keliru jika berpikir bahwa penghancuran terowongan akan menyelamatkannya dari serangan gerakan perlawanan di masa depan," ujarnya dalam wawancara dengan televisi Al Mayadeen, Sabtu (26/1/2019) malam.

Dia menjelaskan bahwa terowongan hanya membentuk sebagian kecil dari strategi Hizbullah untuk menargetkan Israel jika seandainya terjadi perang di antara keduanya.

"Ini adalah fantasi rezim Zionis jika mengklaim bahwa penghancuran terowongan telah menyelamatkannya dari serangan di masa depan," sindir Sekjen Hizbullah.

Hizbullah, lanjutnya, memiliki rudal presisi dalam jumlah yang cukup untuk terlibat dalam setiap perang di masa depan. "Kami akan menunjukkan reaksi keras atas setiap serangan Israel atau pembunuhan pejuang Hizbullah di Lebanon dan bahkan Suriah," tandasnya.  

"Israel juga telah menelan kekalahan yang berat di Suriah," tegas Sayid Nasrallah mengacu pada kemenangan pasukan perlawanan di negara tersebut.

Menurutnya, Suriah saat ini berada pada kondisi terbaik selama delapan tahun krisis. Israel telah kehilangan seluruh keinginan dan mimpinya di Suriah.

Berbicara tentang isu Palestina dan proposal Kesepakatan Abad usulan Amerika Serikat, Sayid Nasrallah mengatakan tidak ada kelompok Palestina yang akan menyetujui proposal ini.

"AS dan Putra Mahkota Arab Saudi (Mohammed bin Salman) ingin melaksanakan Kesepakatan Abad, tetapi rencana ini telah gagal," ungkapnya. (RM)