Faksi Pejuang Palestina Peringatkan Israel Soal Masjid al-Aqsa
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i67729-faksi_pejuang_palestina_peringatkan_israel_soal_masjid_al_aqsa
Faksi-faksi pejuang Palestina memperingatkan rezim Zionis Israel terkait serangan berkelanjutan ke Masjid al-Aqsa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 21, 2019 17:47 Asia/Jakarta
  • Warga Palestina melakukan shalat di Masjid al-Aqsa di al-Quds. (dok)
    Warga Palestina melakukan shalat di Masjid al-Aqsa di al-Quds. (dok)

Faksi-faksi pejuang Palestina memperingatkan rezim Zionis Israel terkait serangan berkelanjutan ke Masjid al-Aqsa.

"Masjid al-Aqsa adalah garis merah faksi-faksi pejuang Palestina. Kami tidak akan membiarkan serangan rutin tentara Zionis terhadap Masjid al-Aqsa, dan rezim penjajah harus bertanggung jawab atas kejahatan brutalnya," kata mereka dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Pusat Informasi Palestina, Kamis (21/2/2019).

Mereka menyeru warga Palestina untuk meramaikan Masjid al-Aqsa dan melakukan protes di depan Gerbang al-Rahmah demi melindungi situs-situs suci umat Islam, terutama masjid tersebut.

Faksi-faksi pejuang Palestina menegaskan bahwa serangan itu terjadi di tengah kebisuan dunia Arab dan Muslim serta kompetisi di antara sebagian pemimpin Arab untuk memulihkan hubungan mereka dengan Israel.

Aparat keamanan Israel telah menutup paksa Gerbang al-Rahmah di Masjid al-Aqsa sehingga memicu protes dari warga Palestina.

Ismail Haniyeh.

Sementara itu, Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh meminta warga Palestina di Quds, Tepi Barat dan tanah pendudukan untuk bergerak ke Masjid al-Aqsa pada Jumat besok demi melindungi tempat tersebut dan melakukan protes besar-besaran.

"Kami mendesak perlawanan Palestina dan rakyat Palestina untuk membela al-Aqsa dengan segala cara yang mungkin," tegasnya.

"Kami menyerukan negara-negara Arab dan Muslim untuk mengakhiri semua bentuk normalisasi dengan Israel di semua tingkatan, menempatkan kembali isu Palestina sebagai agenda mereka dan memandang pendudukan Israel sebagai bahaya utama," pungkas Haniyeh. (RM)