Inilah Rudal Badr-3 yang Digunakan untuk Menghajar Israel
Gerakan Jihad Islam Palestina menghujani kota Ashkelon di wilayah pendudukan dengan rudal Badr-3 baru yang mampu membawa bahan peledak 250 kg.
Serangan tersebut dilancarkan untuk membalas serangan terbaru rezim Zionis Israel yang merenggut nyawa dan melukai puluhan warga Palestina.
Gerakan Jihad Islam Palestina untuk pertama kalinya menggunakan rudal Badr-3 baru untuk menarget kota Ashkelon di Palestina pendudukan.
Menurut RT, rudal Badr-3 milik Brigade a-Quds ini dilengkapi dengan hulu ledak konvensional 250 Kg.
Setelah penembakan sukses rudal Badr-3, Brigade al-Quds mengumumkan kepada rezim Zionis bahwa "apa yang akan terjadi selanjutnya akan lebih besar."
Serangan balasan dengan ratusan rudal dari Jalur Gaza baru-baru ini ke Ashkelon telah menewaskan empat warga Zionis.
Menurut media Zionis, 136 orang juga terluka dan dirawat di Pusat Medis Barzilai Ashkelon, termasuk 64 yang menderita syok.
Di Pusat Medis Soroka di Be'er Sheva, 70 orang dirawat, termasuk 36 yang dirawat disebabkan syok. Dua tentara Zionis juga terluka dalam serangan mortir Hamas.
Ketegangan meletus di Gaza pada hari Jumat, 3 Mei 2019 setelah pembunuhan terhadap empat warga Palestina, di mana dua gugur syahid dalam serangan udara Israel ke Gaza selatan dan dua lainnya ditembak oleh serdadu Zionis ketika berunjuk rasa damai di dekat pagar yang memisahkan Gaza dengan wilayah pendudukan.
Rezim Zionis mengumumkan bahwa sekitar 600 roket dan rudal telah ditembakkan ke wilayah pendudukan selama beberapa hari terakhir. Militer Israel menyatakan bahwa pesawat tempurnya telah menargetkan sekitar 180 lokasi di Gaza.
Pada Senin (6/5/2019) pagi, rezim Zionis menerima perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Mesir dan PBB. Serangan militer rezim Zionis ke Gaza ini telah merenggut nyawa sedikitnya 25 warga Palestina. (RA)