Haniyah: Palestina bukan Barang Dagangan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i71368-haniyah_palestina_bukan_barang_dagangan
Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) seraya menyebut kesepakatan abad dan Konferensi Bahrain tertolak menekankan, Palestina bukan barang dagangan.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jun 26, 2019 12:00 Asia/Jakarta
  • Ismail Haniyah
    Ismail Haniyah

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) seraya menyebut kesepakatan abad dan Konferensi Bahrain tertolak menekankan, Palestina bukan barang dagangan.

Seperti dilaporkan IRIB, Ismail Haniyah Selasa (25/06) seraya menjelaskan bahwa isu Palestina terancam mengatakan, bangsa Palestina tidak akan mengijinkan siapapun memberi konsesi atau kompromi.

 

Seraya menegaskan bahwa Quds dan seluruh bumi Palestina milik rakyat Palestina, Hahiyah mengingatkan, Konferensi Bahrain sebuah pertemuan politik dengan kedok ekonomi dan iming-iming finansial di mana tujuannya adalah menghapus isu Palestina.

Kesepakatan Abad (Ilustrasi)

Konferensi dua hari Bahrain yang berkaitan dengan kesepakatan abad digelar mulai Selasa 25 Juni 2019 di Manama. Pertemuan ini merupakan babak pertama implementasi kesepakatan abad.

 

Selama beberapa pekan terakhir banyak negara Islam dan non Islam termasuk Lebanon, Irak, Cina dan Rusia yang memboikot pertemuan Bahrain.

 

Konferensi Bahrain diklaim bertujuan untuk menarik investasi di bumi Palestina dan pemberian pinjaman lunak kepada Palestina.

 

Kesepakatan abad sebuah rencana baru pemerintah AS untuk menghapus hak bangsa Palestina. Rencana ini disusun melalui kerja sama dengan sejumlah negara Arab.

 

Berdasarkan kesepakatan abad, Quds akan diserahkan kepada Israel, pengungsi Palestina di negara lain tidak berhak kembali ke tanah airnya dan Palestina hanya terdiri dari sejumlah wilayah tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (FM)