Maariv: Strategi Teror Israel Gagal Stop Nuklir Iran
-
situs nuklir Iran
Salah satu surat kabar rezim Zionis Israel mengakui bahwa dinas-dinas intelijen rezim ini melakukan banyak teror. Namun teror-teror itu, katanya, tidak berpengaruh pada kelompok-kelompok perlawanan, program nuklir Iran atau kehadiran Iran di Suriah.
Fars News (25/7/2019) melaporkan, analis politik Israel, Ran Adelist di surat kabar Maariv menulis, terror-teror yang dilakukan dinas intelijen Israel terhadap pejabat Palestina dan tokoh-tokoh penting sejumlah negara, tidak terlalu berpengaruh.
Menurut Adelist, target politik teror Israel bukan menghancurkan total kelompok bersenjata Palestina, tapi menenangkan orang-orang Yahudi yang ketakutan, sehingga bagi mereka terbukti bahwa keamanan tetap terjaga.
Ia menambahkan, tapi teror-teror itu juga telah meningkatkan kebencian dan ketakutan terhadap orang Arab yang ingin menghancurkan Israel, dan melenyapkan semua kesempatan bagi kesuksesan proses politik.
Adelist menegaskan, teror-teror Israel yang biasanya dibantah itu, tidak mampu memupus cita-cita rakyat Palestina untuk merdeka, atau menghancurkan program nuklir Iran dan mengakhiri kehadiran Iran di Suriah. (HS)