Saudi: Pembeli Minyak Jaga Tankernya saat Lewati Selat Hormuz
-
Khalid Al Falih
Menteri Energi Arab Saudi meminta negara-negara konsumen minyak untuk melindungi kapal-kapal tanker mereka saat melewati Selat Hormuz.
Fars News (25/7/2019) melaporkan, Menteri Energi Saudi, Khalid Al Falih mengklaim Selat Hormuz tidak aman bagi kapal-kapal tanker, dan menganggap tanggung jawab menjaga keamanan kapal-kapal itu berada di pundak para importir dan pembeli minyak.
Setelah bertemu Menteri Perminyakan India, Shri Dharmendra Pradhan di New Delhi, Al Falih kepada Reuters mengatakan, tingkat permintaan minyak masih rasional, dan perang dagang Amerika Serikat-Cina tidak berpengaruh pada tingkat permintaan minyak.
Ia menambahkan, pemerintah Saudi siap untuk memenuhi kebutuhan minyak India, dan berharap kesepakatan perusahaan nasional minyak Saudi, Aramco dan perusahaan India, Reliance Petroleum dapat segera ditandatangani.
Menteri Energi Saudi juga berharap volume penyaluran minyak melalui jalur pipa minyak timur ke barat dalam dua tahun ke depan akan mencapai 7 juta barel perhari. Jalur pipa ini sempat diserang pesawat nirawak Yaman sehingga penyaluran minyak lewat pipa tersebut terhenti.
Saudi berusaha mengalihkan penyaluran minyak lewat Selat Hormuz, ke jalur pipa yang menuju Laut Merah dan dari sana minyak bisa diekspor. (HS)