Hamas Serukan Perlawanan Palestina Tangkal Kesepakatan Abad
-
Kepala Biro Politik Hamas
Kepala Biro Politik Hamas Minggu malam menyerukan strategi nasional untuk melawan prakarsa AS "Kesepakatan Abad".
Ismail Haniyeh dalam pertemuan membahas isu "Kesepakatan Abad" dan membela hak warga Palestina untuk kembali ke Jalur Gaza, mengatakan bahwa kesepakatan abad menargetkan masalah pengungsi, Quds dan Tepi Barat.
"Meskipun tujuh puluh tahun berlalu sejak awal pendudukan dan pengusiran orang-orang Palestina, masalah pengungsi tetap menjadi isu utama, sekaligus simbol tekad dan komitmen rakyat Palestina untuk kembali," ujar Haniyeh.
"Palestina tidak akan pernah menyerahkan satu bagianpun dari wilayahnya kepada rezim Zionis," tegasnya.
Hingga kini, tutur Haniyeh, orang-orang Palestina tidak akan pernah mengakui rezim Zionis dan tidak akan meninggalkan al-Quds serta tetap mengusung hak untuk kembali.

Kesepakatan abad sebagai rencana baru pemerintah AS yang berupaya merusak hak-hak Palestina, saat ini berusaha untuk mendapat legitimasi dengan menggandeng beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi.
Sesuai kesepakatan abad Ini, Quds Sharif akan diberikan kepada rezim Zionis, serta pengungsi Palestina di negara-negara lain tidak akan diizinkan untuk kembali dan mereka hanya akan memiliki tanah yang tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.(PH)