Protes Rusia atas Serangan Turki ke Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i74794-protes_rusia_atas_serangan_turki_ke_suriah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengatakan dengan membangun sebuah zona aman di Suriah Utara dengan panjang 444 kilometer dan kedalaman 32 kilometer, para pengungsi Suriah bisa ditempatkan wilayah itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 16, 2019 16:10 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi zona aman yang ingin dibangun oleh Turki.
    Ilustrasi zona aman yang ingin dibangun oleh Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengatakan dengan membangun sebuah zona aman di Suriah Utara dengan panjang 444 kilometer dan kedalaman 32 kilometer, para pengungsi Suriah bisa ditempatkan wilayah itu.

Dia menyampaikan hal itu dalam KTT Dewan Turki ke-17 yaitu pertemuan negara-negara yang berbahasa Turk di Ibukota Azerbaijan, Baku, Selasa (15/10/2019).

"Kami sekarang mengumumkan pembentukan zona aman 444 km dari barat ke timur dan 32 km dari utara ke selatan Suriah, di mana para pengungsi di Turki akan kembali," ujar Erdogan.

Militer Turki melanjutkan serangannya untuk menumpas Partai Pekerja Kurdistan (PKK), Unit Perlindungan Rakyat (YPG), dan Partai Persatuan Demokratik (PYD) sehingga daerah di utara dan timur laut Suriah bisa dibebaskan dari kelompok tersebut.

Pakar militer dan pensiunan jenderal Suriah, Mohammed Abbas mengatakan, "Itu adalah ilusi Erdogan yang tidak akan pernah terwujud dan terlaksana, karena daerah-daerah tersebut menunggu perlawanan rakyat yang akan melawan pendudukan Turki."

Presiden Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Recep Tayyip Erdogan (kanan).

Sementara itu, Utusan Khusus Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentiev menuturkan, "Operasi militer Turki telah merusak harmonisasi agama di utara dan timur laut Suriah, karena wilayah itu bukan hanya dihuni warga Kurdi, tetapi etnis dan pengikut agama lain juga tinggal di sana. Penempatan orang-orang dari luar wilayah, akan memicu ketidakpuasan penduduk asli yang sudah hidup turun-temurun."

"Kami tidak setuju dengan pertanyaan Turki tentang kehadirannya di Suriah dan kami tidak menyetujui tindakan mereka,” tegasnya.

Masyarakat internasional juga memiliki kekhawatiran lain mengenai serangan militer Turki ke Suriah Utara yaitu kaburnya para teroris Daesh yang dipenjara di wilayah itu.

Setelah kelompok teroris khususnya Daesh kalah di Suriah, milisi Kurdi memenjarakan sebagian besar teroris di berbagai daerah di Suriah Utara.

Serangan militer Turki akan membuat situasi kacau dan menyediakan peluang bagi teroris Daesh untuk melarikan diri dari wilayah tersebut. Rusia juga sangat mengkhawatirkan masalah ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah statemen baru-baru ini, memperingatkan bahwa operasi militer Turki di Suriah bisa mendorong para teroris Daesh melarikan diri ke negara-negara lain termasuk Negara-Negara Persemakmuran Independen (CIS).

"Operasi militer Turki di Suriah Utara menyebabkan para teroris Daesh melarikan diri dari wilayah itu. Saya tidak yakin apakah militer Turki akan mampu mengontrol wilayah itu dengan cepat," ujarnya di Ibukota Ashgabat, Turkmenistan.

Peringatan ini mengindikasikan bahwa Turki tidak melakukan koordinasi dengan kekuatan-kekuatan besar dunia dalam menyerang wilayah Suriah, dan aksi sepihak ini berpotensi menciptakan krisis baru di kawasan. (RM)