Transformasi Timur Tengah 23 November 2019
-
Anak-anak Palestina menjadi korban kejahatan rezim Zionis
Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai laporan terbaru tentang kejahatan rezim Zionis terhadap anak-anak Palestina.
Isu lainnya tentang statemen Duta besar Suriah untuk PBB mengenai penjarahan lading minyak negaranya oleh AS, Presiden Lebanon mengajak demonstran berunding untuk membahas tuntutan mereka, Hizbullah menentang intervensi AS terhadap urusan internal Lebanon, Yaman kembali menembak jatuh Drone Arab Saudi, dan Riyadh meminta bantuan Kuwait dan Oman untuk keluar dari Yaman.
Anak-anak Palestina, Korban Kejahatan Israel
Klub Tawanan Palestina dalam sebuah laporan bertepatan dengan Hari Anak Sedunia (20 November), menyatakan tentara rezim Zionis Israel menahan 745 anak Palestina sejak awal tahun 2019 sampai akhir Oktober.
Rezim Zionis membenarkan kejahatan apapun terhadap rakyat Palestina dan tidak peduli dengan kritikan organisasi manapun. Anak-anak Palestina bahkan tidak luput dari kejahatan terorganisir yang dilakukan Israel.
Anak-anak Palestina tidak hanya menyaksikan orang tuanya mati syahid dan terluka, tetapi mereka juga secara langsung menjadi sasaran kejahatan Israel. Anak-anak Palestina gugur syahid di tangan tentara Zionis, mereka juga ada yang ditangkap, disiksa, diadili di pengadilan militer, diancam, dan ditekan.
Ketika Intifada Kedua pecah pada tahun 2000, lebih dari 2.070 anak Palestina gugur syahid di tangan tentara Israel dan pemukim Zionis. Tentara Israel juga menembak mati 50 anak Palestina pada 2018, sementara 16 anak-anak juga gugur syahid hanya dalam enam bulan pertama 2019.
Setidaknya 46 anak-anak menjadi martir dalam demonstrasi Hak Kepulangan di perbatasan Jalur Gaza, yang dimulai pada Maret 2018.
Salah satu adegan paling pahit dari kejahatan Israel terhadap anak-anak Palestina terjadi pada 30 September 2000, ketika remaja Palestina berusia 12 tahun, Muhammad al-Durrah ditembak mati oleh tentara Israel saat bersembunyi di balik ayahnya. Gambar dari kejahatan keji ini telah menyebar ke seluruh dunia.
Kejahatan Israel ini menjadikan Muhammad al-Durrah sebagai simbol perlawanan dan hari anak-anak Palestina.
Bentuk lain kejahatan tentara Israel adalah melukai anak-anak Palestina. Pusat Studi dan Dokumentasi di Badan Urusan Tawanan dan Eks Tawanan Palestina menyatakan rezim Zionis menangkap lebih dari 50.000 anak Palestina sejak 1967.
1.233 anak Palestina terluka ditembak oleh tentara Zionis dalam enam bulan pertama 2019. Lebih dari 2.000 anak Palestina cidera dalam demonstrasi Hak Kepulangan.
Anak-anak Palestina ditangkap dan diadili di pengadilan militer oleh rezim Zionis. Sejauh ini 745 anak Palestina telah ditahan pada 2019.
Israel menyeret anak-anak Palestina ke pengadilan militer, di mana antara 500 hingga 700 anak Palestina diadili setiap tahun di pengadilan militer. Sekitar 350 anak Palestina saat ini menjalani hukuman di penjara-penjara Israel.
Di samping kejahatan fisik, anak-anak Palestina juga menghadapi kejahatan psikis termasuk blokade Gaza, yang memicu berbagai dampak seperti penyakit, kemiskinan, dan kelaparan bagi penduduk setempat.
Padahal, pasal 16 Konvensi Hak-Hak Anak melarang perilaku kekerasan terhadap anak-anak. Apa yang dilakukan Israel terhadap anak-anak Palestina tidak bisa disebut perilaku kekerasan, tetapi kejahatan terhadap HAM.
Al-Jaafari: AS Duduki Ladang Minyak Suriah
Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari mengatakan Amerika Serikat menduduki ladang minyak Suriah dan menjarah pendapatan bangsa kami di tengah kebungkaman Dewan Keamanan.
Hal itu disampaikan pada sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas Suriah yang digelar hari Jumat (22/11/2019). Demikian dilaporkan televisi al-Alam.
Al-Jaafari mengecam pendudukan dan penjarahan minyak Suriah oleh AS, dan mengatakan perang Suriah akan berakhir ketika dukungan terhadap terorisme dihentikan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova sebelum ini mengatakan AS secara ilegal menjarah minyak dari ladang-ladang di timur laut Suriah senilai lebih dari 30 juta dolar per bulan.
Sebelumnya, berbagai laporan juga berbicara tentang kerja sama militer AS dengan kelompok teroris Daesh untuk menyelundupkan minyak Suriah.
Militer AS secara ilegal menduduki wilayah Suriah dengan alasan memerangi terorisme. Padahal, AS terlibat dalam mempersenjatai dan melatih para teroris yang berperang di negara Arab itu.
Aoun Ajak Demonstran Berunding
Presiden Lebanon, Michel Aoun mengajak para pengunjuk rasa untuk berunding dan membahas tuntutannya. Aoun dalam pidato sambutan memperingati hari kemerdekaan Lebanon ke-76 mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi kabinet baru Lebanon sangat besar.
"Kontradiksi politik menjadi hambatan utama pembentukan pemerintahan," ujar Presiden Lebanon.
Menurutnya, kecenderungan sektarian di tingkat agama maupun mazhab melemahkan upaya pemberantasan korupsi.
Dia menyerukan supaya lembaga peradilan menjalankan kewajibannya dalam memberantas korupsi.
Unjuk rasa rakyat Lebanon meletus sejak 17 Oktober untuk memprotes krisis ekonomi dan korupsi yang merebak di negara Arab ini.
Aksi demontrasi tersebut berujuk pengunduran diri Saad Hariri dari jabatan perdana menteri Lebanon.
Presiden Lebanon, Michel Aoun dalam pertemuan dengan utusan khusus PBB hari Selasa menegaskan masalah pembentukan kabinet baru yang meliputi wakil dari pemrotes dan menteri dari kalangan teknokrat serta para ahli di bidangnya masing-masing.
Hizbullah Menentang Intervensi AS terhadap Urusan Internal Lebanon
Wakil ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon menyatakan, Hizbullah secara tegas menentang intervensi AS dalam urusan internal Lebanon dan tidak akan membiarkan Washington menyalahgunakan tuntutan rakyat untuk mewujudkan kepentingannya di negara ini.
Sheikh Ali Damoush menjelaskan, tuntutan pengunjuk rasa dam keputusan yang diambil harus berujung pada pembentukan pemerintah yang mengatasi masalah yang menimpa rakyat Lebanon, bukannya keinginan AS.
Anggota Hizbullah ini menekankan, AS dan bonekanya berusaha melumpuhkan negara dan mengacaukan kehidupan rakyat dengan memprovokasi, mengobarkan kerusuhan serta memblokade jalan. Hal ini ditujukan untuk memberikan tekanan demi merealisasikan tujuan politiknya.
Lagi, Yaman Tembak Jatuh Drone Saudi
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree hari Kamis menyatakan, drone Arab Saudi berhasil ditembak jatuh di daerah perbatasan Al-Sauh.
Sehari sebelumnya, unit anti udara militer Yaman menembakkan rudal yang berhasil memaksa jet tempur F-15 Arab Saudi meninggalkan provinsi Saada.
Hingga kini militer Yaman berhasil menembak jatuh puluhan drone mata-mata milik Arab Saudi dan sekutunya.
Kekuatan angkatan bersenjata Yaman selama setahun terakhir mengalami peningkatan signifikan yang mengubah perimbangan kekuatan di medan tempur.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara tetangganya itu dari arah darat, laut dan udara.
Mesin perang yang disulut rezim Al Saud di Yaman telah menyebabkan lebih dari 16.000 orang, tewas, puluhan ribu orang terluka dan jutaan mengungsi.
Saudi Minta Bantuan Kuwait dan Oman untuk Keluar dari Yaman
Sejumlah sumber media mengabarkan upaya Arab Saudi untuk mengakhiri perang Yaman dan keluar dari negara itu secara terhormat, dengan mediasi Kuwait dan Oman.
Sejumlah sumber di Yaman mengabarkan adanya indikasi yang tak terbantahkan bahwa Saudi akhirnya menyerah dan ingin menyelesaikan krisis Yaman secara politik,
Selain itu, menurut sumber itu, Riyadh meminta pemerintah Kuwait dan Oman untuk membantu mengakhiri perang Yaman.
Situs berita Yaman, Al Marasel mengabarkan, kesepakatan terbaru di Riyadh terkait Aden, selatan Yaman dicapai dalam kerangka upaya Saudi untuk mempersiapkan perundingan dengan Sanaa dan menciptakan kondisi politik yang mendukung penyelesaian krisis Yaman secara menyeluruh.
Al Marasel menulis, sebuah sumber diplomatik Oman mengatakan, Saudi meminta bantuan Oman dan Kuwait untuk mengakhiri perang Yaman, dan menjadi mediator Ansarullah. Kesiapan Kuwait menjadi tuan rumah perundingan kelompok-kelompok Yaman juga dilakukan dalam kerangka ini.
Menurut sumber itu, sebelumnya Kuwait mengajukan syarat untuk menjadi tuan rumah perundingan Yaman, yaitu Saudi harus berusaha menghentikan perang. (PH)