Pidato Baru Nasrullah Sikapi Transformasi Timteng
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i76575-pidato_baru_nasrullah_sikapi_transformasi_timteng
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah baru-baru ini menyampaikan pidatonya menyikapi perkembangan terbaru di Lebanon dan kawasan Asia Barat.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 14, 2019 17:33 Asia/Jakarta
  • Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah
    Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah baru-baru ini menyampaikan pidatonya menyikapi perkembangan terbaru di Lebanon dan kawasan Asia Barat.

Sejak protes massa meletus di Lebanon, sikap Hizbullah dan sekretaris jendralnya sejak awal mendukung tuntutan rakyat dan menentang pengunduran diri pemerintah. Setelah berlalu 45 hari setelah Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengundurkan diri, Sayid Hassan Nusrallah kembali menyinggung masalah tersebut, dengan mengatakan bahwa pengunduran diri tersebut hanya buang-buang waktu yang menyebabkan penutupan lembaga-lembaga dan badan-badan negara. Sebaliknya, Nasrullah menekankan bahwa posisi Hizbullah saat ini mendukung pembentukan pemerintahan yang komprehensif di Lebanon.

Aspek penting kedua dari pidato Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon memgenai peran AS dalam proses pembentukan kabinet baru Lebanon. Menurut Nasrullah, AS berupaya meningkatkan upayanya untuk mempengaruhi pembentukan kabinet yang sejalan dengan kepentingan Washington di Lebanon. Di sisi lain mereka mengklaim akan memberikan bagi Lebanon, tapi maksud AS hanya ingin "Hizbullah keluar dari sistem politik" Lebanon.

Faktanya, AS juga menyambut baik pengunduran diri pemerintah al-Hariri, dan sekarang mengirimkan pesan yang salah kepada rakyat Lebanon, "jika Hizbullah dikeluarkan dari struktur kekuasaan, maka situasi akan membaik".

 

Protes massa di Lebanon

 

Aspek ketiga dari pidato Nasrullah mengenai penekanan terhadap intervensi Amerika dalam aksi protes di Lebanon dan Irak. Dua taktik penting telah diadopsi oleh AS dalam hal ini.

Pertama, AS mencoba mengeksploitasi elemen-elemen domestik dan oposan politik anti-pemerintah untuk mengarahkan protes di Irak dan Lebanon bukan mengenai mata pencaharian, tetapi isu anti-Iran. Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan demonstrasi Lebanon bukan mengenai penentangan terhadap Iran, dan tidak ada tanda-tanda ke arah itu, yang bertentangan dengan pandangan AS. Sebab, rakyat Lebanon menuntut hak ekonomi dan mata pencaharian mereka.

Kedua, AS berusaha menunggangi protes di Lebanon dan Irak demi menekan Iran agar mengubah kebijakan regionalnya.  

Masalah keempat dari pidato Nasrullah mengenai kondisi regional. Pertama, sekretaris Hizbullah Lebanon mengatakan, "Pandangan yang menilai bahwa Hizbullah adalah ancaman bagi kepentingan Zionis, kami benarkan. Bahkan kami bangga dianggap sebagai ancaman bagi mereka."

Kedua, sekretaris jenderal Hizbullah Lebanon menekankan bahwa Iran tidak akan membutuhkan sekutu regional untuk mempertahankan diri jika diserang, sebab Iran sendiri akan membalasnya.

Terakhir, pernyataan Nasrullah menyinggung peran AS dan sekutu mereka dalam kerusuhan di Lebanon dan Irak, dengan menyerukan eskalasi kekerasan di negara-negara ini, dan menggunakan elemen internal mereka untuk memperburuk keadaan..(PH)