Organisasi HAM: Dunia harus Hentikan Hukuman Mati di Bahrain
-
Penjara di Bahrain
Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan terbaru rezim Al Khalifa mengeluarkan vonis hukuman mati terhadap warganya sendiri.
Televisi Al-Alam hari Sabtu (28/12) melaporkan, Pusat HAM Bahrain dalam sebuah pernyataan terbarunya menyerukan kepada masyarakat internasional bertindak tegas menyikapi berbagai vonis hukuman mati yang dikeluarkan rezim Al Khalifa.
Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain juga menyampaikan protes atas putusan hukuman mati yang dijatuhkan kepada Mohammed Ramadan dan Hossein Ali Mousa, dan meminta supaya Pelapor Khusus PBB mengunjungi penjara dan memantau situasi para pembela yang dijebloskan ke penjara oleh pemerintah Manama.
Bahrain dilanda aksi protes rakyat sejak 2011 yang menuntut demokratisasi, tapi rezim al-Khalifa memberangus demonstrasi damai itu dengan bantuan pasukan yang dikirim dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Selama delapan tahun terakhir, rezim al-Khalifa telah menangkap lebih dari 11.000 warga Bahrain dengan tuduhan yang rekayasa, dan mengeksekusi mati sejumlah orang, serta mencabut kewarganegaraannya.(PH)