Sekjen Ansarullah: Normalisasi Hubungan dengan Israel sebuah Pengkhianatan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i79101-sekjen_ansarullah_normalisasi_hubungan_dengan_israel_sebuah_pengkhianatan
Sekjen Ansarullah Yaman menyebut normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel haram dan sebuah pengkhianatan terhadap umat Islam.
(last modified 2026-04-13T11:36:12+00:00 )
Feb 29, 2020 08:22 Asia/Jakarta
  • Abdul-Malik Badreddin al-Houthi
    Abdul-Malik Badreddin al-Houthi

Sekjen Ansarullah Yaman menyebut normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel haram dan sebuah pengkhianatan terhadap umat Islam.

Seperti dilaporkan IRNA, Abdul-Malik Badreddin al-Houthi Jumat (28/02) malam di pidatonya bertepatan dengan tibanya bulan Rajab menekankan pentingnya kebangkitan Islam dan melawan konspirasi musuh.

"Kini Kita menyaksikan normalisasi hubungan sejumlah negara Arab dengan rezim Zionis Israel, padahal masalah ini hukumnya haram dan sebuah pengkhianatan terhadap umat Islam," papar Badreddin al-Houthi.

Badreddin al-Houthi seraya menjelaskan bahwa kaum munafik saat ini berdiri di bersama AS dan Israel serta menunjukkan sikap permusuhan terhadap umat Islam di Yaman, Palestina dan seluruh negara Islam mengatakan, AS dan Israel menginginkan kehinaan dan kelemahan umat Islam.

Sekjen Ansarullah Yaman juga menekankan resistensi bangsa Yaman melawan agresor dan mengatakan, militer dan pasukan komite rakyat Yaman mulai memodernisasi industri militer yang dibutuhkan untuk membela negara ini.

Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman juga membuat negara Arab miskin ini kekurangan makanan dan obat-obatan.

Arab Saudi beserta sekutunya sampai saat ini gagal meraih ambisinya di Yaman karena perlawanan sengit rakyat dan militer negara ini. (MF)