Ekonomi Negara Arab Sangat Terpukul karena Virus Corona
-
Ilustrasi mata uang Arab Saudi.
Kepala Perhimpunan Pengusaha Arab, Hamdi al-Tabbaa memperkirakan bahwa kerugian ekonomi negara-negara Arab akibat pandemi Corona mencapai sekitar 323 miliar dolar.
Prediksi itu didasarkan pada laporan yang diterbitkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini mengenai kondisi ekonomi Asia Barat (Timur Tengah) dan wilayah Afrika Utara karena penyebaran wabah Corona.
Al-Tabbaa, seperti dikutip IRNA, Sabtu (9/5/2020), menegaskan negara-negara Arab, baik eksportir minyak atau importir, terkena dampak negatif dan menanggung kerugian akibat dampak dari virus Corona, yang jumlahnya hampir 12 persen dari postur ekonomi mereka.
"Analisa menunjukkan bahwa utang negara-negara Arab akan meningkat 190 miliar dolar pada tahun 2020 dan pada akhirnya mencapai 1,46 triliun dolar," ujarnya.
Al-Tabbaa menambahkan, perusahaan-perusahaan di kawasan Arab mengalami kerugian selama kuartal pertama tahun ini sebesar 420 miliar dolar, yang setara dengan 8 persen dari total kekayaan wilayah tersebut.
Dia mencatat ada penurunan belanja konsumen dan investasi di negara-negara Arab setelah penyebaran virus Corona, yang kemudian diikuti dengan penutupan pasar, penurunan jumlah wisatawan, dan gangguan layanan publik. (RM)