Hamas Peringatkan Dampak Pembentukan Kabinet Baru Israel
-
Hamas
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) seraya memperingatkan dampak mosi percaya parlemen Israel (Knesset) kepada kabinet baru Israel, menuntut upaya kolaboratif dan persatuan untuk melawan langkah-langkah anti Palestina kabinet ini.
Menurut laporan al-Alam, Hamas Ahad (17/05/2020) malam saat merespon mosi percaya parlemen Israel kepada kabinet Netanyahu dan Benny Gantz, ketua Partai Biru dan Putih menyatakan, rakyat Palestina tidak akan mengindahkan pembentukan kabinet baru pemerintah Zionis dan akan terus melanjutkan perjuangan legalnya hingga seluruh wilayah dan kehormatan mereka direbut kembali.
Hamas menjelaskan, untuk saat ini rakyat Palestina harus mengerahkan segenap upaya dan kemampuannya untuk melawan rezim penjajah Israel, khususnya melawan kebijakan kabinet Zionis yang berusaha menganeksasi lebih banyak wilayah Tepi Barat.
Parlemen Israel hari Ahad dengan 73 suara memberi mosi percaya kepada kabinet koalisi Netanyahu dan Gantz.
Menurut kesepakatan ini, Netanyahu akan memimpin kabinet koalisi ini selama 18 bulan (November 2020) dan kemudian dilanjutkan oleh Gantz yang menjabat menteri peperangan di kabinet ini.
Netanyahu diacara pelantikan anggota kabinet baru di parlemen rezim ini kembali menuntut aneksasi lebih banyak wilayah Tepi Barat ke wilayah pendudukan. (MF)