Nasrullah: Normalisasi UEA dan Israel Layanan buat Trump dan Netanyahu
Sekjen Hizbullah Lebanon Jumat (15/8/2020) malam bertepatan dengan peringatan kemenangan muqawama di perang 33 hari menjelaskan, normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel sebuah pelayanan pemilu kepada Donald Trump, presiden AS dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
IRIB melaporkan, Sayid Hasan Nasrullah seraya mengecam kesepakatan Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel menjelaskan, sejumlah rezim Arab di kawasan pelayan Amerika.
Sekjen Hizbullah juga menyinggung kekalahan Israel di perang 33 hari tahun 2006 dan mengatakan, Israel di perang 33 hari untuk pertama kalinya mencicipi ketakutan dan kekhawatiran atas eksistensinya di kawasan.
"Perang 33 hari mengubah konstelasi pertempuran menguntungkan Lebanon dan membuktikan lemahnya esesnsi sejati Israel," papar Sayid Hasan Nasrullah.
Sekjen Hizbullah lebih lanjut mengisyaratkan dukungan Republik Islam Iran dan Suriah terhadap Lebanon di perang 33 hari dan mengatakan, rakyat Lebanon tidak akan pernah melupakan dukungan ini.
Meyinggung ledakan terbaru di Beirut, Sayid Hasan Nasrullah menandaskan, ada dua pandangan terkait insiden ini, pertama ledakan ini sekedar insiden biasa dan kedua ada aksi-aksi destruktif di dalamnya.
Sayid Hasan Nasrullah menambahkan, jika terbukti bahwa penyebab ledakan di pelabuhan Beirut sebuah aksi destruktif, maka semua pihak yang terlibat di insiden ini harus diadili, namun demikian hal ini membutuhkan penyidikan dan pembuktian.
"Jika Israel terlibat di ledakan Beirut, Hizbullah tidak akan diam atas kejahatan tersebut, dan Tel Aviv akan membayar mahal atas kejahatannya," tegas Sayid Hasan Nasrullah. (MF)