Faksi-Faksi Palestina Mereaksi Kunjungan Pompeo ke Pemukiman Zionis
-
Mike Pompeo dan Benjamin Netanyahu
Faksi-faksi Palestina menyebut kunjungan Menteri Luar Negeri AS ke pemukiman Zionis sebagai pelanggaran hak-hak rakyat Palestina dan bangsa Arab.
Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Hazem Qasem, Juru Bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), dalam sebuah pernyataan pada Jumat (13/11/2020) malam bahwa pemerintah AS telah mengejar kebijakan membuat keributan dan pemaksaan terhadap rakyat Palestina dan hak-hak nasionalnya. Ini merupakan pelanggaran hukum dan resolusi internasional dan penghinaan bagi semua negara Arab.
Qasem menekankan bahwa tindakan pemerintah AS membuktikan puncak dari kebohongan dan klaim negara-negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis. Karena mereka mengklaim telah membatalkan rencana untuk menganeksasi Tepi Barat karena perjanjian normalisasi. Sekarang, ketika Mike Pompeo melakukan peninjauan dari daerah-daerah pemukiman zionis, hal ini dengan sendirinya menjadi motivasi untuk menerapkan rencana kolonial ini.
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh juga mengatakan kunjungan Pompeo ke pemukiman Zionis belum pernah terjadi sebelumnya dan berbahaya, yang melegitimasi permukiman ilegal Zionis dan melanggar hukum internasional.
Sementara itu, Front Demokratik untuk Kemerdekaan Palestina (DFLP) menganggap tindakan ini sangat berbahaya, memalukan, dan mengabaikan tuntutan komunitas internasional dan hak-hak rakyat Palestina. Menurutnya, "Langkah seperti itu akan semakin mendorong rezim Zionis untuk mengembangkan pemukiman dan menerapkan rencana aneksasi Tepi Barat."
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dijadwalkan melakukan perjalanan ke Wilayah Pendudukan minggu depan untuk mengunjungi pemukiman Zionis di Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki di Suriah, meskipun ada undang-undang dan resolusi internasional yang menyebut pemukiman Zionis sebagai ilegal dan segala bentuk interaksi apa pun dengan pemukiman ini dilarang.