Tangan Zionisme Internasional di Balik Regulasi Baru UEA
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i87339-tangan_zionisme_internasional_di_balik_regulasi_baru_uea
Pemerintah Uni Emirat Arab mengambil keputusan terbaru yang diklaim akan memperkuat kebebasan pribadi di negaranya, meskipun harus mengabaikan norma-norma keislaman.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 17, 2020 11:39 Asia/Jakarta
  • Hubungan UEA dan Israel
    Hubungan UEA dan Israel

Pemerintah Uni Emirat Arab mengambil keputusan terbaru yang diklaim akan memperkuat kebebasan pribadi di negaranya, meskipun harus mengabaikan norma-norma keislaman.

Kantor berita UEA, WAM melaporkan perubahan ekstensif beberapa regulasi negara itu yang memungkinkan pasangan yang belum menikah untuk tinggal bersama, meminimalisasi pembatasan yang ditetapkan sebelumnya mengenai minuman keras, dan masalah pembunuhan atas nama kehormatan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat prinsip-prinsip toleransi di UEA serta melindungi hak-hak perempuan.

Tampaknya, apa yang dilakukan UEA termasuk paradoks yang jelas. Pemerintah UEA mengambil langkah ini dengan dalih meningkatkan kebebasan individu, padahal sistem politiknya berbentuk kuasi-otoriter.

Kebebasan dan toleransi individu tumbuh dalam sistem politik liberal dengan siklus puncak kekuasaan, yang biasanya terjadi dalam waktu empat atau lima tahun sekali. Selain itu, pemerintah tidak menguasai kepemilikan sebagian sektor ekonomi, dan pajak menjadi salah satu sektor penting sumber pendapatan nasionalnya.

UEA menerapkan pemerintahan semi-otoriter yang menempatkan partisipasi politik dan hak-hak rakyat nyaris tidak bermakna. Selain itu, kekuasaan dipegang dinasti Al Nahyan, dan rakyat tidak memiliki peran dalam menentukan struktur kekuasaan negaranya, dan secara ekonomi, sumber daya juga dikuasai oleh pemerintah.

 

 

Mengingat perbedaan yang jelas ini, tampaknya masalah kebebasan individu dan toleransi serta perlindungan hak-hak perempuan yang diungkapkan oleh pemerintah UEA dalam membenarkan pencabutan aturan Islam hanyalah sebuah klaim belaka. Langkah UEA mencabut regulasi mengenai aturan Islam mengindikasikan sebuah proyek yang sedang disusupkan Zionisme Internasional di negara Muslim ini demi mempengaruhi struktur kekuasaan UEA.

Proyek ini menunjukkan bahwa persoalan normalisasi hubungan antara UEA dengan rezim Zionis yang dimulai sejak September lalu, tidak hanya memiliki dimensi politik dan keamanan, tapi juga mengincar target sosial dan budaya.

Tidak lama setelah penandatanganan kesepakatan menormalisasi hubungan antara UEA dan Israel tersebut, muncul laporan mengenai pembangunan masjid di UEA oleh arsitek Israel, pendirian rumah sakit Israel di UEA, dan kehadiran model wanita Israel di UEA untuk mempromosikan pakaian wanita.

Dalam praktiknya, tindakan ini merusak norma-norma Islam di UEA dan menunjukkan bahwa perjanjian dengan Israel memiliki motif tersembunyi. Tampaknya tujuan terpenting Zionisme internasional untuk menghilangkan identitas agama di UEA. Zionisme Internasional sedang mencoba secara fundamental mengubah citra sosial UEA.

Associated Press menyambut baik langkah UEA untuk mengubah regulasi mengenai aturan Islam, dengan menulis, "Penguatan kebebasan individu mencerminkan perubahan wajah negara ini,  yang berusaha menjadikan dirinya sebagai destinasi negara Barat dan turis mancanegara."(PH)