Yaman Desak PBB Upayakan Pencabutan Blokade
-
Mohammad Ali al-Houthi
Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah-langkah untuk mencabut blokade AS-Saudi di Yaman.
Seperti dilaporkan televisi al-Masirah, Mohammad Ali al-Houthi seraya menyambut statemen hari Jumat (20/11/2020) Sekjen PBB Antonia Guterres terkait krisis kelaparan di Yaman dan tidak adanya bantuan terhadap rakyat negara ini menekankan, Yaman menghadapi krisis kelaparan terburuk di dunia dan eskalasi krisis ini diakibatkan penurunan bantuan serta kegagalan dukungan asing terhadap ekonomi negara ini.
Seraya meminta diselenggarakannya sidang bersama antara pemerintah penyelamatan nasional Yaman dan para pengambil keputusan berbagai organisasi internasional, al-Houthi mengatakan, klaim untuk menciptakan kendala di pencabutan blokade Yaman harus dikaji dan serta diambil solusi praktis.
Lebih lanjut ia menambahkan, kapal-kapal yang menuju Yaman meski memiliki ijin dari PBB masih ditahan oleh Arab Saudi dan PBB harus mengambil langkah untuk menghapus aksi tersebut.
Koalisi Arab Saudi menghentikan 15 kapal yang membawa produk olahan minyak Yaman dan dengan sengaja tidak mengijinkan pembongkaran muatan kapal tersebut di Palabuhan al-Hudaydah sehingga dengan cara ini mereka mampu meningkatkan tekanan terhadap rakyat Yaman dan menambah kesulitan bagi warga negara ini.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lain melancarkan agresi ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara tetangganya ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman hingga kini telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)