Al-Azhar Mesir: Dunia Islam tidak akan Melupakan Kejahatan Zionis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i87768-al_azhar_mesir_dunia_islam_tidak_akan_melupakan_kejahatan_zionis
Universitas al-Azhar Mesir dalam sebuah pernyataan menekankan bahwa kejahatan rezim Zionis Israel tidak akan pernah dilupakan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 30, 2020 06:53 Asia/Jakarta
  • Hari Solidaritas Internasional bagi Rakyat Palestina.
    Hari Solidaritas Internasional bagi Rakyat Palestina.

Universitas al-Azhar Mesir dalam sebuah pernyataan menekankan bahwa kejahatan rezim Zionis Israel tidak akan pernah dilupakan.

Hal itu disampaikan al-Azhar Mesir bertepatan dengan hari peringatan pengesahan resolusi PBB tentang pembagian wilayah Palestina. Demikian dilaporkan televisi Aljazeera pada hari Minggu (29/11/2020).

“Dunia Arab dan Islam tidak akan pernah melupakan pembantaian serta kejahatan yang tidak manusiawi dan tidak bermoral terhadap rakyat Palestina,” kata pernyataan tersebut.

Al-Azhar menggarisbawahi bahwa kejahatan tersebut tidak dapat dihapus dari ingatan manusia meskipun ada upaya dari rezim pendudukan untuk memutarbalikkan sejarah dan fakta Palestina.

“Pembagian wilayah Palestina merupakan peristiwa terburuk dalam sejarah dan sejarah ini meliputi semua bentuk penindasan terhadap rakyat Palestina, termasuk pembantaian, pemerkosaan, penyiksaan, pengusiran, dan lain-lain,” tegasnya.

Al-Azhar Mesir meminta masyarakat internasional untuk mengakui negara Palestina dengan ibukota Quds, dan juga menekankan perlunya melestarikan isu Palestina serta mengingatkan anak-anak dan remaja tentang isu tersebut sampai hak-hak rakyat Palestina direbut kembali.

PBB pada 29 November 1947 meloloskan resolusi 181 tentang pembagian Palestina ke dalam tiga wilayah; wilayah kekuasaan Arab-Palestina, wilayah kekuasaan Yahudi, dan wilayah kota Quds dan Betlehem di bawah kendali internasional. PBB juga mengakhiri otoritas Inggris atas tanah Palestina.

Pada tahun 1977, PBB menetapkan tanggal 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional bagi Rakyat Palestina. (RM)