Masalah Kapal Tanker Minyak, Ansarullah Kritik Kelalaian PBB
-
Mohammed Abdul Salam
Juru bicara gerakan Ansarullah Yaman mengkritik kelalaian PBB dalam masalah kapal tanker minyak Safir.
Mohammed Abdul Salam di akun Twitter-nya hari Kamis (24/12/2020) menulis, "Tanggapan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pemeliharaan kapal tanker minyak yang dibarengi dengan kelalaian parah mengungkapkan fakta-fakta ketidaklayakan lembaga internasional,".
"Meninggalkan kapal dalam keadaan saat ini akan menimbulkan banyak bahaya yang menjadi tanggung jawab Perserikatan Bangsa-Bangsa," tegasnya.
Abdul Salam mengklarifikasi bahwa Sanaa telah menandatangani kesepakatan terkait hal ini dan menunggu PBB menandatanganinya agar operasi pemeliharaan dapat dimulai.
Kapal tanker minyak Safir berlabuh di bandar Ras Isa di Al-Hudaydah selama empat tahun terakhir yang berisi lebih dari satu juta barel minyak ringan.
Kapal ini selama empat tahun telah menimbulkan masalah pencemaran lingkungan di Laut Merah.
Pemerintah Saudi sejauh ini belum mengizinkan kapal tanker minyak Safir yang disitanya meninggalkan pelabuhan, dan PBB tidak bisa mengambil tindakan signifikan untuk mengatasi masalah tersebut.(PH)