Latgab Kubu Perlawanan Palestina; Soleimani Syahid Al Quds !
-
kelompok perlawanan Palestina
Manuver militer gabungan 12 kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza digelar hari Selasa, 29 Desember 2020 dengan sandi "Rukn Al Shadid". Ini adalah kali pertama kubu perlawanan Palestina menggelar latihan gabungan di Jalur Gaza.
Salah satu indikator yang membedakan manuver militer ini dengan yang lain adalah partisipasi sayap-sayap militer asli kubu perlawanan di Jalur Gaza, yaitu Hamas, Jihad Islam, Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, DFLP, Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, PFLP, dan beberapa kelompok perlawanan lain.
Ruang operasi bersama kelompok perlawanan Palestina mengumumkan manuver militer gabungan ini diselenggarakan dalam kerangka kerja sama dan partisipasi kelompok-kelompok perlawanan Palestina serta menunjukkan kesiapan perang mereka.
Latihan gabunngan ini juga penting dilihat dari waktu pelaksanaannya. Manuver gabungan kubu perlawanan Palestina digelar di tengah upaya rezim Zionis Israel dan sebagian negara Arab untuk menormalisasi hubungan, dengan dukungan Amerika Serikat.
Oleh karena itu, manuver militer gabungan kubu perlawanan Palestina membawa pesan untuk Israel dan negara-negara Arab, bahwa kelompok perlawanan Palestina dengan menggunakan strategi yang realistis, adalah pihak yang akan menjaga keamanan dan perbatasan wilayah mereka sendiri.
Sehubungan dengan ini, Juru bicara Brigade Al Quds, sayap militer Jihad Islam, Abu Hamzah mengatakan, manuver pertahanan ini merupakan penegasan atas kesiapan kubu perlawanan untuk membela bangsa Palestina.
Urgensitas lain dari latihan gabungan ini dari sisi waktu pelaksanaan adalah, ia digelar di saat Otorita Ramallah Palestina kembali mengumumkan kesiapan untuk berunding dengan Israel, dan bekerjasama di bidang keamanan dengan rezim penjajah itu.
Manuver militer kubu perlawanan Palestina di Gaza ingin mengatakan bahwa kelompok-kelompok perlawanan bukan saja menentang perundingan dengan Israel, bahkan menegaskan berlanjutnya perjuangan bersenjata melawan penjajah.
Abu Hamzah menjelaskan, manuver militer gabungan ini dengan jelas membuktikan kesamaan tekad kami. Kubu perlawanan Palestina, hari ini lebih kuat, lebih kokoh dan lebih mampu untuk melawan musuh dan mengalahkan mereka. Kubu perlawanan tidak akan membiarkan musuh memaksakan aturan permainan.
Selain itu, manuver militer gabungan kubu perlawanan Palestina ini digelar menjelang peringatan setahun gugurnya Komandan Pasukan Quds, IRGC, Jenderal Qassem Soleimani. Beliau bersama Wakil Komandan Hashd Al Shaabi Irak, Abu Mahdi Al Muhandis, pada 3 Januari 2020 gugur diteror militer Amerika Serikat di dekat bandara Baghdad.
Latihan gabungan kubu perlawanan Palestina merupakan penegasan atas berlanjutnya jalan Jenderal Soleimani yang disebut Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah Ali Khamenei sebagai tokoh perlawanan internasional.
Hal ini dibuktikan dengan bertebarannya foto-foto Syahid Qassem Soleimani di jalan-jalan kota Gaza dan dibawah foto tersebut dituliskan kata-kata sebagai berikut, "Komandan Syahid Soleimani yang menghabiskan hidupnya untuk mendukung perlawanan Palestina, adalah Syahid Al Quds".
Sekalipun kelompok-kelompok perlawanan Palestina dilihat secara amunisi tidak sebanding dengan Israel, namun manuver militer gabungan ini dan penegasan mereka atas solidaritas serta persatuan menyebabkan Israel gentar.
Bersamaan dengan dimulainya manuver militer gabungan kubu perlawanan Palestina di Jalur Gaza, Israel seketika itu meningkatkan level kesiapan tempurnya. (HS)