Pidato Sekjen Jihad Islam Palestina tentang Agresi Rezim Zionis
-
Ziyad al-Nakhalah.
Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah mengatakan kelompok perlawanan sedang menghadapi senjata paling canggih Amerika Serikat, tetapi musuh Zionis terjepit dalam kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Pertempuran kita untuk Quds akan memasuki hari kesebelas, dan setiap hari para pembunuh dan penjahat akan terhina dimana pun di Palestina," ujarnya dalam sebuah pidato, Rabu (19/5/2021) malam, seperti disiarkan oleh televisi Palestine al-Yawm.
"Kami membela kota Quds dari penghinaan dan pelecehan. Ini adalah jalan bangsa kami dan jalannya adalah perlawanan yang tidak akan kami tinggalkan kecuali dengan kemenangan," tegas al-Nakhalah.
"Kami memasuki perang dan konflik dengan rezim penjajah, dan kami tahu bahwa pertempuran ini mahal, tetapi ini adalah satu-satunya cara untuk mencapai kebebasan serta melindungi Quds dan rakyat Palestina," jelasnya.
Dia menandaskan, penjajah dengan segala fasilitas yang dimilikinya tidak mampu menghadapi Gaza, dan komunitas internasional dengan konyol memilih bungkam terhadap pembunuhan anak-anak dan warga sipil serta membiarkan musuh untuk membunuh lebih banyak anak.
"Dunia dan masyarakat Arab harus tahu bahwa rakyat Palestina dikepung di Jalur Gaza, bahkan untuk sepotong roti. Namun, mereka tetap membela Quds dan Masjid al-Aqsa," ucap al-Nakhalah.
Dia menyatakan negara-negara yang tetap diam dalam menyaksikan kejahatan Israel harus tahu bahwa rezim Zionis datang ke Gaza dengan senjata paling canggih buatan AS, sedangkan rudal kelompok perlawanan dibuat dengan menggunakan pipa air.
"Kami dihadapkan pada dua pilihan: kami menyerah dan memberikan segalanya kepada penjajah atau kami melawan mereka dimana pun," tegas Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina ini. (RM)