Transformasi Asia Barat, 12 Juni 2021
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i98900-transformasi_asia_barat_12_juni_2021
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai konflik baru pasca gencatan senjata sementara antara Palestina dan rezim Zionis.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 12, 2021 09:35 Asia/Jakarta
  • Orang-orang Palestina mengiringi kepergian syahid
    Orang-orang Palestina mengiringi kepergian syahid

Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai konflik baru pasca gencatan senjata sementara antara Palestina dan rezim Zionis.

Selain itu, mengenai statemen Hizbullah yang menyatakan "Pedang Quds", sebagai simbol persatuan gerakan perlawanan; selama Palestina dijajah, Qatar menolak normalisasi dengan Israel; laporan Haaretz mengenai tingkat bunuh diri yang naik sebagai indikasi masyarakat Israel depresi akut, pasukan koalisi AS akan ditempatkan di luar Irak' Al-Houthi: prioritas AS di Yaman melanjutkan perang, bukan perdamaian; dan kondisi ekonomi memburuk, unjuk rasa di Lebanon berlanjut.

 

Fauzi Barhoum

 

Kontak Senjata Polisi Palestina dan Militer Zionis, Hamas: Berani !

Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas mengatakan, bentrokan senjata antara aparat keamanan Palestina dengan militer rezim Zionis Israel di Tepi Barat adalah langkah berani.

Fawzi Barhoum, Kamis (10/6/2021) seperti dikutip Palestine Al Yawm menanggapi bentrokan senjata yang terjadi antara aparat keamanan Palestina dengan militer Israel di Tepi Barat dinihari tadi.

 Ia menuturkan, bentrokan antara aparat keamanan Palestina dengan militer Israel di Tepi Barat adalah langkah berani. Aparat keamanan Palestina dalam bentrokan senjata di Jenin hari ini, telah menunjukkan semangat perjuangannya yang tinggi.

 Menurut Barhoum tidak ada kekuatan apa pun yang bisa menutup jalan perlawanan rakyat Palestina dalam menghadapi serangan pasukan dan pemukim Zionis. Rakyat Palestina akan melanjutkan perjuangannya melawan Israel.

 Aparat keamanan Palestina, Kamis dinihari terlibat bentrokan senjata dengan militer Israel di Jenin, Tepi Barat. Bentrokan sengit itu menyebabkan tiga warga Palestina gugur, dan seorang perwira Zionis tewas.

 

 

Sheikh Naim Qassem

 

Hizbullah: "Pedang Quds", Simbol Persatuan Gerakan Perlawanan

Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem menilai pertempuran Pedang Quds menyatukan seluruh kubu perlawanan Palestina menghadapi rezim Zionis Israel.

Televisi Al-Manar melaporkan, Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah hari Jumat (11/6/2021) menekankan pentingnya perlawanan, dan mencatat bahwa sejak intifada, bangsa Palestina telah meningkatkan kemampuan mereka dalam mencapai kemenangan.

"Bangsa Palestina melihat bahwa Lebanon berhasil menang melawan rezim Zionis Israel dengan sedikit sumber daya," ujar Sheikh Qassem.

"Lebanon yang dulu lemah telah menjadi lebih kuat hari ini, dan semua ini karena perlawanan. Kini, kita melihat beberapa hasil dari perlawanan dalam Pertempuran Pedang Suci yang terjadi di Palestina," tegasnya.

Sheikh Qassem menekankan bahwa pertempuran Pedang Quds adalah titik balik nyata yang akan berdampak di masa depan, dan pertempuran ini menyatukan seluruh kubu perlawanan Palestina.

 

Menlu Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, 

 

Selama Palestina Dijajah, Qatar Tolak Normalisasi dengan Israel

Menteri Luar Negeri Qatar mengatakan selama masalah Palestina dan rezim Zionis Israel belum terselesaikan, maka normalisasi hubungan Qatar dengan Israel tidak akan pernah terjadi.

Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, Jumat (4/6/2021) dalam wawancara dengan stasiun televisi CNBC menuturkan, alasan asli Qatar tidak menjalin hubungan dengan Israel adalah pendudukan tanah air rakyat Palestina.

 Ia menambahkan, "Alasan ini tetap kami pegang teguh, dan sampai sekarang tidak ada langkah atau harapan apa pun untuk mewujudkan perdamaian dengan Israel. Kami tidak menyaksikan cahaya di ujung lorong ini."

 Menurut Menlu Qatar, normalisasi hubungan dengan Israel tidak akan pernah menyelesaikan konflik lama dan berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

 "Saya percaya, pertama kita harus menangani konflik antara Palestina dan Israel, setelah itu kita mengambil langkah untuk berdamai dengan Israel," pungkasnya.

 

 

Haaretz: Tingkat Bunuh Diri Naik, Masyarakat Israel Depresi Akut !

Media rezim Zionis, Haaretz melaporkan peningkatan angka bunuh diri, termasuk bakar diri di kalangan masyarakat Israel.

Surat kabar Zionis Haaretz mengungkapkan laporan rinci tentang kondisi mental dan psikologis yang mengerikan dari berbagai bagian di Israel, termasuk pemuda dan remajanya.

Haaretz hari Kamis (10/6/2021) mengumumkan bahwa jumlah anak muda yang sakit mental dari kalangan remaja semakin meningkat.

Menurut laporan tersebut, keluar masuk ke bunker tempat persembunyian secara terus-menerus, dan karantina jangka panjang akibat merebaknya virus Corona menyebabkan kondisi mental para remaja dan pemuda Israel memburuk.

Profesor Jeff Cohen, Direktur Bagian Anak Rumah Sakit Jiwa Eitanim Israel, mengatakan bahwa unit psikiatri anak-anak di berbagai bagian Israel tidak dapat menampung lebih banyak pasien, sementara kondisi beberapa remaja membuat mereka rawan bunuh diri. Rumah sakit yang terletak di dekat Baitul Maqdis ini mengalami peningkatan jumlah pasien sebesar 130 persen.

Selama perang 12 hari di Gaza yang berlangsung dari 10 hingga 21 Mei 2021, perlawanan Palestina menembakkan sejumlah roket dan rudal ke pemukiman Zionis sebagai tanggapan atas agresi Israel di Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsa.

 

penentangan rakyat Irak terhadap kehadiran pasukan AS

 

Capai Kesepakatan, Pasukan Koalisi AS akan Ditempatkan di Luar Irak

Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan bahwa pasukan koalisi internasional anti-Daesh pimpinan Amerika Serikat akan ditempatkan di luar wilayah Irak.

Kesepakatan itu dicapai setelah perwakilan militer AS dan Irak melakukan pertemuan teknis pertama mereka di Baghdad pada Sabtu (5/6/2021), seperti dikutip media media Irak, al-Sabaah.

Wakil Komando Operasi Gabungan Irak, Letnan Jenderal Abdul-Amir al-Shammari bertemu dengan Letnan Jenderal AS Paul Calvert, dalam kerangka pembicaraan teknis-keamanan, yang dicapai dalam dialog strategis Baghdad-Washington pada April lalu.

Letjen al-Shammari mengatakan, Baghdad telah memberitahu Washington bahwa Irak tidak membutuhkan lagi pasukan AS di wilayahnya dan pasukan tempur koalisi internasional akan ditempatkan di pangkalan di beberapa negara tetangga.

Dia menjelaskan, pertemuan itu juga mengevaluasi kondisi kelompok teroris Daesh dan penyebaran anggota mereka serta masalah pengembangan dan peningkatan kemampuan pasukan Irak.

April lalu, AS setuju untuk memindahkan pasukan tempurnya yang tersisa dari Irak. Pembicaraan teknis ini untuk membahas rencana penarikan, termasuk batas waktu. Saat ini ada sekitar 2.500 tentara Amerika di Irak.

Parlemen Irak menyetujui sebuah resolusi mengenai penarikan pasukan AS pada 5 Januari, dan sekitar satu juta warga Irak melakukan protes pada akhir Januari 2020 untuk menuntut penarikan pasukan AS dari negaranya.

 

Mohammed Ali Al Houthi

 

Al-Houthi: Prioritas AS di Yaman Lanjutkan Perang, Bukan Perdamaian !

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Mohammed Ali Al-Houthi menilai opsi perang di Yaman sebagai prioritas Amerika Serikat, tetapi Washington berpura-pura mengusung perdamaian.

Televisi Al-Masirah melaporkan, Mohammad Ali Al-Houthi, Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman hari Jumat (11/6/2021) mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang berusaha untuk melanjutkan perang di negaranya, dan menjatuhkan sanksi dengan dalih membangun perdamaian adalah halangan yang tidak ada gunanya, bahkan kontraproduktif.

"Menargetkan sektor swasta setelah menyerang bank sentral dan pabrik serta membuat rakyat Yaman kelaparan melalui sanksi adalah kejahatan perang yang dilakukan AS," ujar Mohammed Ali Al-Houthi.

Al-Houthi menambahkan bahwa tujuan langkah AS ini untuk menghancurkan perekonomian Yaman.

Departemen Keuangan AS pada Kamis malam menempatkan beberapa individu dan lembaga Yaman dalam daftar sanksi dengan dalih memainkan peran dalam membiayai Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman.

Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Washington akan terus menekan Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman.

Tanpa menyebut koalisi yang dipimpin Arab Saudi sebagai pemicu perang di Yaman, Blinken meminta Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman untuk menyetujui gencatan senjata dan masuk ke dalam negosiasi politik.

 

 

Kondisi Ekonomi Memburuk, Unjuk Rasa di Lebanon Berlanjut

Di bawah bayang-bayang kebuntuan politik dalam proses pembentukan pemerintah baru Lebanon, gelombang protes terhadap kondisi ekonomi dan kehidupan yang memburuk di negara itu terus berlanjut.

Media Lebanon hari Selasa (8/6/2021) melaporkan terjadinya gelombang protes terbaru terhadap situasi ekonomi yang memburuk, kekurangan barang, inflasi dan devaluasi mata uang nasional Lebanon.

Para pengunjuk rasa Lebanon berkumpul dalam beberapa kelompok di depan gedung-gedung pemerintah negara Arab ini.

Puluhan orang berunjuk rasa di bundaran Al-Shuhada di pusat kota Beirut, dekat Kementerian Ekonomi Lebanon. Sejumlah pengunjuk rasa Lebanon lainnya juga berkumpul di beberapa pintu masuk gedung parlemen dekat bundaran Al-Shuhada.

Para pengunjuk rasa menyerbu gedung kementerian ekonomi dan mencoba mendobrak pintunya dan memasuki gedung tersebut, tapi berhasil dihalau pasukan keamanan setempat.(PH)