Faksi Kristen Minta Hizbullah Mediasi Kebuntuan Politik Lebanon
-
Gebran Bassil
Ketua Front Patriotik Bebas Lebanon, Gebran Bassil menyerukan peran Sekretaris Jenderal Hizbullah untuk memediasi perselisihan antararus politik Lebanon mengenai pembentukan kabinet baru.
Russia Today melaporkan, Ketua Front Patriotik Bebas Lebanon, Gebran Bassil dalam pidato yang disiarkan televisi hari Minggu (20/6/2021) menolak inisiatif Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri untuk menyelesaikan krisis politik dan menyetujui komposisi kabinet masa depan.
Inisiatif yang diusulkan Nabih Berri dengan memberikan hak bagi kalangan Kristen (Presiden Michel Aoun dan menantunya, Gebran Bassil) untuk menunjuk enam menteri di kabinet baru, sedangkan 16 pos menteri dipilih pihak Nabih Berri, dan Perdana Menteri petahana Saad Hariri Kabinet.
Tapi inisiatif ini dipandang tidak adil, pembagian pos jabatan menteri yang adil antara kalangan Kristen dan Muslim dengan porsi sama-sama 12 menteri.
Sementara itu, Ketua Front Patriotik Bebas mengatakan tugas pembentukan pemerintah Lebanon dipercayakan kepada perdana menteri sementara melalui kesepakatan dengan presiden, dan meminta Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hassan Nasrullah untuk memainkan peran sebagai mediotor dalam penyelesaian perselisihan.
"Saya percaya Sayid Hassan Nasrullah dan kejujurannya dalam masalah ini," kata Basil.
"Krisis dalam pembentukan pemerintahan mengungkapkan krisis yang lebih serius dan lebih dalam, termasuk krisis sistem, konstitusi, dan prosedur serta tujuan berbangsa dan bernegara di Lebanon," tegasnya.
Mustafa Adib mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri Lebanon pada akhir September untuk membentuk pemerintahan baru di Lebanon, dan Saad al-Hariri, ketua faksi Al-Mustaqbal Lebanon kembali memenangkan suara parlemen yang diperlukan untuk menjabat sebagai perdana menteri. Tapi hingga kini dia belum mampu membentuk kabinet baru.(PH)