Saudi Mata-Matai Ketua Parlemen Tunisia
Tidak lama setelah situs Middle East Eye membongkar aksi mata-mata yang dilakukan rezim Saudi terhadap Ketua Parlemen Tunisia, Partai Ennahda bereaksi dengan mengeluarkan pernyataan keras terhadap Riyadh.
Partai Islam Ennahda Tunisia dalam pernyataan hari Minggu (8/8/2021) mengutuk aksi spionase yang dilakukan Arab Saudi terhadap Rached Al-Ghannouchi, Ketua parlemen Tunisia dan pemimpin partai Ennahda melalui spyware, Pegasus, dan menyebutnya sebagai invasi terhadap Tunisia.
Dalam pernyataannya, Partai Ennahda Tunisia meminta pejabat negara yang dipimpin oleh Presiden dan Kementerian Luar Negeri Tunisia untuk segera menyelidiki masalah ini dan mengambil sikap tegas terhadap Riyadh.
Sementara itu, Rached al-Ghannouchi menyesalkan Arab Saudi berada di balik insiden itu dan meminta dinas keamanan Tunisia untuk menyelidiki masalah ini secara menyeluruh.
Menurut laporan itu, Arab Saudi telah menargetkan pejabat tinggi di Turki, UEA, Lebanon dan beberapa lawan Al Saud melalui spyware Zionis Pegasus.
Skandal malware spyware Pegasus mengemuka setelah muncul laporan dari beberapa media global mengenai penyadapan ponsel sejumlah aktivis politik, jurnalis dan tokoh politik, termasuk presiden Prancis.
Investigasi komprehensif oleh lebih dari 17 lembaga media mengungkapkan bahwa spyware Pegasus yang dibuat oleh perusahaan teknologi Israel NSO telah digunakan untuk memata-matai ponsel ratusan jurnalis, aktivis politik dan sosial, serta politisi di seluruh dunia.(PH)