Lapid: 200.000 orang Tinggalkan Palestina Pendudukan dalam Tiga Tahun
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i183712-lapid_200.000_orang_tinggalkan_palestina_pendudukan_dalam_tiga_tahun
Pars Today - Pemimpin oposisi Zionis Israel memperingatkan bahwa hilangnya harapan dan krisis ekonomi telah menyebabkan ratusan ribu pemukim Zionis meninggalkan Wilayah Pendudukan Palestina.
(last modified 2026-01-06T07:28:28+00:00 )
Jan 06, 2026 14:27 Asia/Jakarta
  • Yair Lapid
    Yair Lapid

Pars Today - Pemimpin oposisi Zionis Israel memperingatkan bahwa hilangnya harapan dan krisis ekonomi telah menyebabkan ratusan ribu pemukim Zionis meninggalkan Wilayah Pendudukan Palestina.

Yair Lapid, pemimpin oposisi Zionis mengumumkan bahwa selama tiga tahun terakhir, sekitar 200.000 pemukim Zionis telah meninggalkan Wilayah Pendudukan karena hilangnya harapan dan memburuknya kondisi kehidupan. Sebuah fenomena yang ia gambarkan sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya".

Pemimpin oposisi Zionis menambahkan bahwa situasi kehidupan saat ini di Israel telah memburuk sejak tiga tahun lalu, bahkan sebelum 7 Oktober 2023, dan kaum Zionis menghadapi masalah di bidang biaya hidup, pendidikan, dan keamanan pribadi.

Lapid mengkritik kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan mengatakan bahwa kebijakan Netanyahu telah menyebabkan "runtuhnya seluruh generasi" dan bahwa miliaran dolar telah dihabiskan untuk pengecualian dan kementerian yang tidak perlu, sementara krisis kenaikan biaya hidup diabaikan.

Sebelumnya, Biro Pusat Statistik rezim Israel mengumumkan bahwa proses "brain drain" dari Wilayah Pendudukan telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah perang Gaza, dan jumlah akademisi migran telah melebihi jumlah pendatang baru. Situasi ini dianggap sebagai ancaman strategis bagi masa depan ilmiah dan penelitian rezim Zionis.

Migrasi karyawan di sektor teknologi wilayah Palestina yang diduduki juga meningkat karena perang.

Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa selama setahun terakhir, permintaan transfer karyawan Israel yang bekerja di perusahaan multinasional untuk penugasan dan pekerjaan di luar Wilayah Pendudukan telah meningkat.(sl)