Zionis Terus Membongkar Rumah di Quds
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185026-zionis_terus_membongkar_rumah_di_quds
Pars Today - Seorang ahli urusan Quds memberikan peringatan keras terkait hal ini, merujuk pada intensifikasi proses pembongkaran rumah-rumah Palestina di lingkungan Bustan di Quds yang diduduki.
(last modified 2026-02-04T08:43:46+00:00 )
Feb 04, 2026 15:38 Asia/Jakarta
  • Perusakan sebagian kota Quds (dok)
    Perusakan sebagian kota Quds (dok)

Pars Today - Seorang ahli urusan Quds memberikan peringatan keras terkait hal ini, merujuk pada intensifikasi proses pembongkaran rumah-rumah Palestina di lingkungan Bustan di Quds yang diduduki.

Menurut laporan IRNA hari Rabu (04/02/2026), mengutip kantor berita Shehab, Abdullah Marouf, pakar urusan Quds dan Masjid Al-Aqsa memperingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh penerbitan pemberitahuan pembongkaran untuk 14 rumah oleh rezim pendudukan Israel di lingkungan Bustan di Silvan.

Ia menyatakan, "Tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan terencana yang bertujuan untuk mengubah realitas demografis dan geografis Quds. Para penjajah telah memutuskan untuk mengakhiri keberadaan warga Palestina di sekitar Kota Tua Quds, terutama di daerah yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa.

Marouf mengatakan, "Apa yang terjadi hari ini adalah proses terorganisir untuk menghancurkan perimeter Palestina yang membentuk zona penyangga sosial dan demografis untuk situs-situs suci Islam dan Kristen. Para penjajah, melalui penghancuran dan penggusuran, berupaya untuk mewujudkan perubahan mendasar yang akan memungkinkan mereka untuk menjalankan kendali penuh atas wilayah tersebut dan memisahkan Masjid Al-Aqsa dari konteks Arabnya."

"Kecepatan pergerakan para penjajah baru-baru ini meningkat secara signifikan, dan jumlah rumah di lingkungan Al-Bustan yang akan dihancurkan jauh melebihi jumlah yang telah dihancurkan," tambahnya.

Pakar urusan Quds menyatakan, "Israel sedang bersiap untuk melakukan gelombang penghancuran baru dengan tujuan menghambat penduduk dan menggusur mereka secara paksa."

Ia menekankan, "Tindakan-tindakan ini tidak terlepas dari rencana pemukiman yang lebih luas yang bertujuan untuk menghapus identitas Palestina di kota tersebut."

Pakar urusan Quds menyerukan tindakan segera dari negara-negara Arab, Islam, dan internasional untuk menghentikan operasi penghancuran dan penggusuran serta memberikan perlindungan hukum kepada penduduk Silvan, yang berisiko kehilangan rumah dan tanah mereka.(sl)