NATO Anggap Permintaan Rusia Sebagai Penghinaan
-
NATO dan Rusia.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko mengatakan NATO meminta Moskow untuk menarik pasukannya dari perbatasannya dengan Ukraina.
"Namun, NATO merasa terhina ketika Moskow menuntut mereka menarik pasukannya dari perbatasan Rusia," tambahnya seperti dikutip Farsnews, Minggu (19/12/2021).
Grushko menjelaskan Aliansi itu menuntut penarikan pasukan Rusia dari perbatasannya dengan Ukraina, tetapi faktanya mereka menuntut penarikan pasukan yang berjarak ribuan kilometer dari perbatasannya.
"Ketika kami mengatakan, tarik pasukan kalian dari perbatasan kami, mereka di NATO berpura-pura sangat marah, karena Aliansi ini sepenuhnya defensif dan klub negara-negara demokratis," tuturnya.
Pemerintah Rusia pada hari Jumat mengumumkan prakarsa keamanan, yang meminta jaminan bahwa Ukraina dan negara-negara lain bekas Uni Soviet, dilarang bergabung dengan NATO dan juga ditetapkan pembatasan atas kehadiran pasukan dan persenjataan AS di Eropa.
Prakarsa ini telah diserahkan kepada perwakilan AS pada pertemuan di Kementerian Luar Negeri Rusia pada 15 Desember.
Rusia juga menyerukan penarikan pasukan NATO di dekat perbatasannya.
Presiden Vladimir Putin sebelumnya meminta NATO untuk memulai pembicaraan substantif untuk memberi Rusia jaminan keamanan jangka panjang dan dapat diandalkan.
Jaminan itu harus mengikat secara hukum karena, kata Putin, Barat telah mundur dari komitmen lisan mereka sebelumnya.
Menurut Alexander Grushko, NATO melanggar perjanjian sebelumnya dengan menempatkan kemampuan tempur yang signifikan di wilayah anggota baru mereka dan membangun infrastruktur untuk penempatan senjata nuklir di sana. (RM)