Upaya AS Membangkitkan Teroris di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i114998-upaya_as_membangkitkan_teroris_di_suriah
Badan Intelijen Luar Negeri Rusia menyatakan dalam sebuah laporan bahwa Amerika Serikat terus menjarah sumber daya alam Suriah, dan Washington menyusun rencana untuk menghasut teroris di Damaskus dan Latakia agar menyerang tentara Suriah dan sekutunya.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 09, 2022 20:29 Asia/Jakarta
  • Konvoi pasukan Amerika Serikat di Suriah.
    Konvoi pasukan Amerika Serikat di Suriah.

Badan Intelijen Luar Negeri Rusia menyatakan dalam sebuah laporan bahwa Amerika Serikat terus menjarah sumber daya alam Suriah, dan Washington menyusun rencana untuk menghasut teroris di Damaskus dan Latakia agar menyerang tentara Suriah dan sekutunya.

"Amerika, untuk mencapai tujuannya di Suriah, secara aktif memanfaatkan kontak dekat mereka dengan apa yang disebut oposisi bersenjata, dan pada kenyataannya, dengan kelompok-kelompok ekstremis," kata pernyataan itu.

Badan-badan intelijen AS berencana untuk mengaktifkan "sel-sel tersembunyi" ekstremis di Damaskus, daerah sekitarnya, dan Provinsi Latakia untuk melakukan operasi terarah terhadap aparat pemerintah Suriah, serta personel militer Rusia, dan Iran.

Laporan tersebut juga menambahkan, AS sedang mencoba untuk mempertahankan kehadiran militernya di Suriah dan tidak membiarkan perdamaian tercipta di negara itu.

Washington juga berencana untuk meluncurkan kampanye media yang luas, termasuk di media-media Arab, yang bertujuan untuk memicu protes internal terhadap pemerintah Damaskus.

Laporan badan intelijen Rusia ini masuk akal, karena poros Barat-Arab telah gagal menggulingkan pemerintah Damaskus yang sah, dan kelompok-kelompok teroris yang didukung oleh mereka juga berulang kali kalah dalam melawan tentara Suriah dan sekutunya.

Selama masa kepresidenan Barack Obama sejak 2011, AS mendukung teroris di Suriah dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintahan sah Bashar al-Assad dan melemahkan poros perlawanan.

Pada tahap berikutnya, pemerintahan Obama, dengan dalih memerangi kelompok teroris Daesh, yang dibentuk oleh Amerika sendiri, meluncurkan operasi udara dan darat di Suriah pada 2014 dan menyebarkan pasukannya di negara itu.

Kemudian, mantan Presiden Donald Trump, sambil mempertahankan kehadiran ilegal militer AS di Suriah dengan dalih menumpas Daesh, secara praktis juga menduduki sebagian wilayah Suriah dan menjarah minyaknya.

Pasukan AS menguasai ladang minyak milik Suriah.

Pasukan AS ditempatkan di berbagai bagian Suriah Timur, yang merupakan daerah penghasil minyak dan gas negara itu. AS menjarah minyak Suriah dan mengekspornya melalui wilayah Turki.

Sekarang, pemerintah Biden terus mengabaikan aturan dan hukum internasional terutama masalah kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah. AS tidak hanya melancarkan serangan udara terhadap berbagai sasaran yang terkait poros perlawanan di Suriah, tetapi sekarang menurut laporan Badan Intelijen Luar Negeri Rusia, AS juga mencoba menghidupkan kembali terorisme di negara tersebut dengan tujuan untuk menyerang tentara Suriah serta sekutunya.

Pemerintahan Biden mengejar kebijakan destruktif yang sama seperti yang dilakukan Trump di Suriah. Amerika, yang sangat prihatin dengan normalisasi hubungan Suriah dengan negara lain, berusaha mengganggu proses ini dengan cara mengacaukan kembali negara Arab itu.

AS, yang mengobarkan perang global melawan terorisme selama dua dekade terakhir sejak 11 September 2001, telah meluncurkan operasi militer di Afghanistan dan Irak. Sejak 2011, AS juga memainkan peran kunci dalam membentuk dan menyebarkan terorisme di Suriah. Mereka sekarang ingin memanfaatakn sel-sel teroris sebagai alat untuk mengacaukan Suriah.

"Pangkalan militer AS di Suriah terus mendukung kelompok-kelompok teroris dengan uang dan senjata," kata Saeed Fares al-Saeed, pakar keamanan Suriah.

Faktanya, Washington tidak hanya terus menghalangi penyelesaian politik krisis Suriah, tetapi juga menggunakan kelompok teroris sebagai alat dan menghasut mereka untuk melawan pemerintah Damaskus. (RM)