Cina Minta AS dan Filipina "Tidak Bermain Api"
https://parstoday.ir/id/news/world-i11587-cina_minta_as_dan_filipina_tidak_bermain_api
Duta Besar Cina untuk Inggris, Liu Xiaoming mendesak negara-negara yang bersengketa di Laut Cina Selatan khususnya Amerika Serikat dan Filipina untuk "berhenti bermain api" di kawasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 12, 2016 06:34 Asia/Jakarta
  • Cina Minta AS dan Filipina

Duta Besar Cina untuk Inggris, Liu Xiaoming mendesak negara-negara yang bersengketa di Laut Cina Selatan khususnya Amerika Serikat dan Filipina untuk "berhenti bermain api" di kawasan.

Liu dalam sebuah artikel di Daily Telegraph, membahas tentang apakah Cina harus menerima keputusan dari proses arbitrase Laut Cina Selatan. Demikian dikutip IRNA, Sabtu (11/6/2016).

"Sangat penting untuk memahami bahwa proses arbitrase ini sebenarnya dimulai oleh Filipina secara sepihak sebagai upaya untuk melegitimasi pendudukan ilegal mereka di Laut Cina Selatan," tulis dubes Cina.

Dia menunjukkan fakta bahwa lebih dari 40 pulau-pulau dan karang di Laut Cina Selatan secara ilegal diduduki oleh Filipina dan beberapa negara lainnya.

"Cina memilih menahan diri terhadap gugatan arbitrase Filipina yang ingin menutupi pendudukan ilegal dengan jubah hukum, tetapi 'bermain dengan api' akan membahayakan semua pihak," tegas Liu.

Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengakhiri sengketa di Laut Cina Selatan adalah perundingan.

Manila pada tahun 2013 membawa kasus sengketa kepemilikan pulau-pulau di Laut Cina Selatan ke pengadilan arbitrase internasional menyusul meningkatnya ketegangan. Putusan pengadilan dijadwalkan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Lembaga Hukum Internasional Cina pada Sabtu juga merilis sebuah statemen, yang menyatakan bahwa Manila mengambil langkah keliru dan Beijing tidak akan mengikuti pengadilan seperti itu dan menolak menerima putusan apapun.

Cina sudah lama terlibat sengketa soal kepemilikan gugusan pulau di Laut Cina Selatan dan Timur dengan para tetangganya. Cina memiliki klaim hampir 90 persen atas wilayah tersebut berdasarkan peta kuno yang dimilikinya. Namun, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam dan Taiwan juga memiliki klaim yang tumpang tindih.

Koran China Daily menulis bahwa isu di kawasan bukan hanya Filipina, dan perselisihan Cina dan AS di Laut Cina Selatan sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan dan memiliki risiko konfrontasi. (RM)