Wakil Rusia Tanggapi Pertemuan IAEA Bahas Isu Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i122682-wakil_rusia_tanggapi_pertemuan_iaea_bahas_isu_iran
Perwakilan Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Austria menanggapi pertemuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai isu Iran, dengan mengatakan, "Pertemuan ini akan disertai dengan ketegangan,".
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Jun 06, 2022 13:57 Asia/Jakarta
  • Wakil Rusia Tanggapi Pertemuan IAEA Bahas Isu Iran

Perwakilan Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Austria menanggapi pertemuan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai isu Iran, dengan mengatakan, "Pertemuan ini akan disertai dengan ketegangan,".

Mikhail Ulyanov di akun Twitternya hari Senin (6/6/2022) menanggapi Pertemuan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional yang dimulai pada hari ini dengan mengatakan, "Pertemuan hari itu diperkirakan akan berlangsung tegang.

"Selain sejumlah aspek umum dari pekerjaan IAEA, Dewan Gubernur akan membahas isu-isu yang berkaitan dengan Iran, Ukraina dan AUKUS (Traktat Non-Proliferasi Nuklir Tripartit Australia-Inggris-AS)," ujar Ulyanov.

Sehari sebelumnya, Mikhail Ulyanov mengungkapkan, "Faktanya, rancangan resolusi Barat tentang Iran tidak ada artinya, karena tidak akan berdampak positif pada hubungan antara Badan Energi Atom Internasional dan Iran,".

“Jika negara-negara Barat ingin mengirimkan sinyal perlunya interaksi yang erat (yang didukung oleh Rusia), maka hal ini juga bisa dilakukan secara lisan,” tulis Ulyanov.

Dia memperingatkan dalam pesan Twitter lainnya, "Jika Dewan Gubernur IAEA mengadopsi resolusi Barat tentang Iran pekan depan (Senin minggu ini), maka prospek keberhasilan penyelesaian pembicaraan Wina untuk menghidupkan kembali JCPOA akan semakin kabur,"

"Jika UE ingin mencapai kesepakatan, lebih banyak upaya diplomatik harus dilakukan (daripada resolusi)," kata Ulyanov.

Negara-negara Barat, dan terutama Amerika Serikat, telah melanjutkan operasi media dan psikologis mereka sejak interupsi pembicaraan Wina, dengan tujuan menyalahkan Iran alih-alih memenuhi kewajiban mereka untuk menghidupkannya kembali (PH)