Prediksi Rusia: Konflik di Ukraina akan Berlangsung Lama
Perwakilan Rusia di organisasi internasional yang berbasis di Jenewa mengumumkan prediksi Moskow mengenai konflik jangka panjang di Ukraina.
Perang antara Rusia dan Ukraina saat ini hampir mendekati enam bulan.
Perang yang dimulai Rusia dengan tujuan untuk melucuti senjata Ukraina dan mengikuti permintaan otoritas wilayah Donetsk dan Luhansk di Donbass hingga kini terus berlanjut.
Negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris, memicu konflik di negara ini dengan menjatuhkan berbagai sanksi terhadap Moskow, serta mengirim senjata dan peralatan ke Ukraina, dan mencegah Kyiv duduk di meja perundingan damai.
Perwakilan Rusia di organisasi internasional yang berbasis di Jenewa dalam sebuah pernyataan hari Minggu (21/8/2022) mengatakan tidak akan ada pertemuan langsung antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky.
"Kami tidak melihat kemungkinan solusi diplomatik di Ukraina dan kami memperkirakan konflik akan berlanjung lama," tegasnya.
Di tengah berlanjutnya konflik militer di Ukraina, beberapa mediator, termasuk Turki dan PBB, berusaha untuk mengurangi ketegangan dan menyelesaikan krisis politik dan diplomatik di Ukraina. Namun, bantuan senjata negara-negara Barat ke Ukraina telah menyebabkan eskalasi ketegangan dalam beberapa pekan terakhir dan konflik telah menyebar ke daerah lain, termasuk Semenanjung Krimea.
Sementara itu, Kanselir Jerman Olaf Schultz hari Minggu bahwa Jerman akan membantu Ukraina sebanyak yang diperlukan, tetapi konflik tidak boleh meningkat, dan ini adalah prinsip dasar Berlin.(PH)