Rusia: Iran Tidak akan Terima Ambiguitas dalam Perjanjian !
Mikhail Ulyanov, Wakil Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina menekankan bahwa Iran tidak akan menerima kesenjangan dan ambiguitas dalam perjanjian.
Putaran baru negosiasi untuk mencabut sanksi Iran setelah jeda lima bulan dimulai pada 4 Agustus di Wina, dan negosiasi ini berakhir pada 8 Agustus 2022.
Penyelenggaraan putaran negosiasi ini terjadi setelah pejabat kebijakan luar negeri Uni Eropa mengklaim di surat kabar Financial Times bahwa ia telah mengajukan paket proposal baru yang mencakup solusi terkini mengenai pencabutan sanksi nuklir Iran.
Mikhail Ulyanov, Wakil Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina dalam sebuah tweet hari Selasa (5/9/2022) menyinggung reaksi analis internasional dari Iran Mohammad Marandi terhadap pernyataan terbaru Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, dengan mengatakan, "Jelas, Iran tidak akan menerima kesenjangan dan ambiguitas. Saya tidak yakin bahwa Uni Eropa telah melupakan siapa yang bertanggung jawab atas situasi saat ini,".
"Terlepas dari kompleksitas hubungan internasional, para peserta dalam pembicaraan Wina telah menunjukkan kemampuan untuk bersikap pragmatis," tegasnya.
Pada hari Senin, Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menyatakan dirinya tidak terlalu yakin tentang konvergensi proses negosiasi nuklir untuk kembalinya Amerika Serikat ke JCPOA.
"Jika tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan dengan cepat, maka ini tidak akan terjadi," kata Borrell.
"Peluang kesepakatan antara Tehran dan kekuatan dunia telah memudar," tegasnya.
Mohammad Marandi, seorang analis internasional menanggapi pernyataan Josep Borell dengan menegaskan, "Borrell adalah sekutu Amerika Serikat dan lupa bahwa alasan negosiasi ini adalah pelanggaran JCPOA oleh Barat dan tekanan sanksi maksimum yang menargetkan warga negara Iran, bahkan dalam keadaan Iran mematuhi aturan penuh [JCPOA],".
Marandi mengungkapkan bahwa Iran tidak akan menerima ambiguitas.
Menurut Marandi, Amerika Serikat membebankan biaya pada Uni Eropa.(PH)