PBB Tolak Akui Hasil Referendum Penggabungan Empat Wilayah Ukraina ke Rusia
Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi keempat sejak awal meletusnya perang antara Ukraina dan Rusia, dengan tidak mengakui hasil referendum bergabungnya empat wilayah Ukraina ke Rusia.
Sidang luar biasa Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dimulai pada Senin untuk menyetujui resolusi keempat terhadap Rusia berakhir hari Rabu waktu setempat.
Pada pemungutan suara sidang Majelis Umum PBB hari Rabu (12/10/2022), 143 anggota PBB memberikan suara mendukung resolusi yang diusulkan untuk mengutuk Rusia, sedangkan lima negara memberikan suara menentang dan 35 negara abstain.
Rusia dan empat negara Belarus, Korea Utara, Suriah, dan Nikaragua memberikan suara menentang resolusi ini, tetapi Cina abstain.
Republik Islam Iran dan Venezuela tidak hadir dalam sesi pemungutan suara.
Majelis Umum PBB mengutuk referendum yang digelar di empat wilayah Ukrina, dan menilainya sebagai tindakan ilegal, serta meminta untuk membatalkan hasilnya.
Dengan menyetujui resolusi ini, Majelis Umum PBB menganggap tindakan Rusia sebagai alangkah tidak sah menurut hukum internasional dan meminta semua negara dan organisasi internasional untuk tidak mengakui perubahan status wilayah Ukraina.
Forum internasional tersebut juga meminta Rusia untuk segera dan tanpa syarat menarik keputusannya mengenai status wilayah Ukraina.
Resolusi yang disetujui oleh Majelis Umum PBB tidak mengikat, tetapi Barat berusaha meningkatkan tekanan internasional terhadap Rusia.
Referendum bergabungnya sejumlah wilayah Ukraina ke Rusia diadakan di empat wilayah timur Donbass (Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia) yang terletak di Ukraina timur dari 23 hingga 27 September 2022.
Di wilayah Donetsk, 99,23 persen warga mendukung bergabung dengan Rusia. Di Luhansk, 98,42 persen warga memilih untuk bergabung dengan Rusia. Di Kherson tingkat dukungan sebesar 87,5 persen, dan di Zaporizhzhia, 90,1 persen.
Pada 30 September, Presiden Rusia secara resmi menandatangani hasil referendum bergabungnya empat wilayah Ukraina ke negara ini.(PH)